Cara Mudah Memperbanyak Tanaman Peperomia

Editor: Makmun Hidayat

SEMARANG — Peperomia menjadi salah satu tanaman hias, yang banyak dikoleksi para penggemarnya. Keindahan daun, menjadi daya tariknya. Terlebih jenisnya ada beberapa ragam, dengan keunikan bentuk dan warna daun masing-masing.

Umumnya tanaman ini menjadi penghias dalam ruangan, karena sifatnya yang tidak tahan dengan paparan sinar matahari secara langsung. Perawatannya pun cukup mudah, pastikan media tanam bersifat porous yakni selalu lembab tapi tidak menyimpan banyak air.

“Peperomia ini juga mudah untuk dibudidayakan. Salah satunya dengan stek daun atau batang. Caranya pun gampang, tinggal dipotong bagian daun atau batang, kemudian ditancapkan dalam media tanam. Jaga kelembabannya, hingga muncul akar. Setelah itu dilakukan pindah tanam,” papar petani sekaligus pedagang tanaman hias, Sartono, saat ditemui di Tembalang Semarang, Senin (26/7/2021) petang.

Dijelaskan pemilihan bagian daun atau batang peperomia, ditentukan dari jenis tanaman tersebut. “Misalnya untuk jenis watermelon, atau rainbow, menggunakan stek daun. Sementara, untuk jenis lainnya seperti peperomia kolombia atau metallica, caperata, menggunakan stek batang, untuk memperbanyaknya,” lanjutnya.

Petani sekaligus pedagang tanaman hias, Sartono, menunjukkan cara budidaya peperomia menggunakan stek daun saat ditemui di Tembalang Semarang, Senin (26/7/2021) petang. -Foto Arixc Ardana

Tono, panggilan akrabnya, menjelaskan untuk lebih mempercepat tumbuhnya akar, bisa menggunakan media lumut. “Cara mudah, ambil lumut kemudian ditaruh di atas media tanam, kemudian masukkan ujung pangkal daun atau batang peperomia kedalam lumut tersebut. Namun nantinya jika sudah kelur akar, harus segera dipindah tanam sebab lumut sifatnya menyimpan air atau lembab, bisa membuat akar busuk,” tandasnya.

Cara lain perbanyakan peperomia dengan teknik propagasi air, yakni  perbanyakan tanaman dengan memanfaatkan bagian-bagian tanaman itu sendiri, seperti batang, akar, maupun daun dengan menggunakan media air.

“Namun perlu diingat, tidak semua jenis peperomia bisa menggunakan propagasi air. Umumnya, caranya ini diterapkan pada jenis watermelon atau rainbow. Cara pun mudah, tinggal ambil daun peperomia yang sudah tua dan sehat. Kemudian masukkan kedalam air, yang sudah diberi nutrisi. Nantinya akan muncul tunas atau akar baru, pada daun tersebut,” terangnya.

Sementara, salah seorang penggemar tanaman hias di Kota Semarang, Hendrati Hapsari saat dihubungi, menuturkan perbanyakan peperomia, hampir sama pada jenis tanaman sukulen.

“Dulu kita sudah pernah akrab dengan tanaman cocor bebek. Teknik perbanyakannya pun hampir seperti itu. Tinggal dipotong batang atau daunnya, kemudian langsung ditanam di media tanam,” terangnya.

Namun meski terlihat sederhana, namun ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan akan perbanyakan tersebut berhasil dilakukan.

“Pertama, jangan terlalu banyak disiram. Justru kalau terlalu sering, batang atau daun peperomia tersebut akan busuk. Jadi penyiraman cukup menggunakan spray, sehingga media tanam tetap lembab namun tidak becek,” terangnya.

Kedua, tidak boleh terkena sinar matahari secara langsung. Meski demikian bukan berarti tanaman tersebut tidak membutuhkan sinar matahari sama sekali.

“Cukup ditaruh didalam ruangan yang memiliki cahaya matahari cukup. Bisa juga di teras rumah, terbuka, sinar matahari ada namun tidak terpapar secara langsung,” tandasnya.

Sektor lain yang perlu diperhatikan tentu media tanam yang digunakan. Perpaduan antara sekam bakar atau mentah, dan pupuk kandang, menjadi media tanam terbaik untuk penyemaian peperomia. “Selamat mencoba dan semoga berhasil,” pungkasnya.

Lihat juga...