Cegah Penularan Covid-19, Taman Baca di Sikka Libur Sementara

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

MAUMERE — Meningkatnya kasus Covid-19 di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) berdampak terhadap ditutupnya beberapa aktivitas, termasuk taman baca karena adanya imbauan dari Bupati Sikka terkait pembatasan kegiatan.

Pendiri Taman Baca Restorasi di Patisomba, Kelurahan Wuring, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka, NTT saat ditemui di rumahnya di Patisomba, Senin (28/6/2021). Foto : Ebed de Rosary

“Biasanya kalau hari libur sekolah kami buka taman bacanya pagi sampai malam. Meningkatnya kasus Covid-19,k egiatan kami tiadakan dahulu,” kata Remigius Nong pendiri Taman Baca Restorasi, Kelurahan Wuring, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka, NTT saat dihubungi, Kamis (1/7/2021).

Remi sapaannya mengatakan, selain meningkatnya kasus Covid-19, adanya pembatasan kegiatan termasuk jam kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) membuat pihaknya terpaksa menutup taman baca.

Meski begitu kata dia, apabila ada satu dua orang yang mau membaca buku maka pihaknya akan membukanya, tetapi dengan syarat jangan banyak orang, guna mencegah penularan Covid-19.

“Biasanya kami membuka taman baca jam 15.00 WITA sampai 21.00 WITA setelah murid PAUD Restorasi selesai melaksanakan kegiatan belajar mengajar mereka,” ungkapnya.

Remi menyebutkan, kegiatan di taman baca biasa dilaksanakan sore hingga malam hari agar anak-anak tidak memiliki waktu luang yang dimanfaatkan untuk bermain atau menonton televisi.

Menurutnya, malam hari sejak jam 19.00 WITA banyak tayangan sinetron di televisi dan orang tua sering menonton, terutama ibu-ibu, sehingga dengan membaca anak-anak tidak ikut menonton sinetron.

“Kami mendidik anak-anak sejak usia lima hingga enam tahun agar sejak dini mereka sudah terbiasa membaca. Kasihan melihat situasi saat ini dimana anak usia sekolah dasar saja lebih suka menonton sinetron dibanding membaca,” sesalnya.

Remi tambahkan, untuk menumbuhkan minta baca,anak-anak dibagi dalam kelompok menyanyi dan futsal. Mereka setiap hari juga diwajibkan membaca di taman baca.

Sementara itu, Jedison Joseph pengelola Taman Baca Akar mengakui, pihaknya pun meniadakan dahulu kegiatan membaca di taman bacanya akibat meningkatnya kasus Covid-19.

Jedison mengakui, memang dirinya sangat kesulitan mengajak anak-anak untuk membaca mengingat banya yang sejak usia dini sudah diajari orang tuanya bermain game di telepon genggam, sehingga sudah ketagihan.

“Saat ini memang sulit sekali mengajak anak-anak untuk membaca buku di taman baca. Orang tua juga harus mendidik anaknya sejak dini untuk membaca buku setiap hari,” pesannya.

Jedison juga menyesalkan banyak orang tua memilih memberikan telepon genggam untuk anak-anak bermain game apalagi mengajak mereka menonton tayangan televisi yang bukan diperuntukkan buat anak-anak.

Lihat juga...