Cemaran Merkuri Pada Ikan Karang di Teluk Kayeli Melebihi Pedoman FSANZ

AMBON – Cemaran merkuri (Hg), pada empat jenis ikan karang di Teluk Kayeli, Kabupaten Buru, Provinsi Maluku, dilaporkan telah melebihi batas maksimum pedoman yang dikeluarkan oleh lembaga standar makanan Australia-Selandia Baru (Food Standards Australia New Zealand – FSANZ).

“Konsentrasi Hg pada empat dari sembilan spesies ikan yang diamati dalam penelitian ini, telah melebihi pedoman yang dikeluarkan oleh FSANZ,” kata Peneliti dari Pusat Penelitian Laut Dalam (P2LD) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Corry Yanti Manullang, di Ambon, Rabu (8/7/2021).

P2LD LIPI di 2017 lalu, melakukan penelitian terkait limbah total merkuri (THg), yang dihasilkan ke lingkungan. Limbah tersebut akibat aktivitas Pertambangan Emas Skala Kecil (PESK) di Gunung Botak, pada akhir 2011 dan Gogorea pada 2012.

Ada sembilan jenis ikan demersal dari Teluk Kayeli yang dikumpulkan dari nelayan setempat untuk dianalisis. Yakni Parupeneus indicus, Liza subviridis, Pomadasys sp., Siganus canaliculatus, Lutjanus argentimaculatus, Myripristis kuntee, Pempheris oualensis, Abudefduf sexfasciatus dan Caesio cuning.

Lihat juga...