Covid-19 pada Ibu Hamil dapat Mengancam Pertumbuhan Janin

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

Dokter spesialis obstetri dan ginekologi Rumah Sakit Islam (RSI) Banjarnegara, dr Iqbal SpOG di ruang kerjanya, Jumat (9/7/2021). (FOTO : Hermiana E.Effendi)

BANJARNEGARA — Pada masa pandemi Covid-19, selain orang lanjut usia serta kormobid, yang perlu dijaga dengan lebih ketat adalah ibu hamil. Hal tersebut karena imunitas ibu hamil cenderung menurun dan pertumbuhan janin akan terganggu.

Dokter spesialis obstetri dan ginekologi Rumah Sakit Islam (RSI) Banjarnegara, dr Iqbal SpOG mengatakan, Covid-19 menyerang orang yang kondisi imunitas tubuhnya menurun dan pada ibu hamil, ada kecenderungan karena berbagai asupan yang masuk ke tubuh berbagi dengan janin.

Terlebih lagi, lanjut dr Iqbal, jika ibu hamil yang positif Covid-19 tersebut disertai gejala, seperti gangguan pernafasan, batuk, flu dan lainnya. Pada ibu hamil yang mengalami gangguan pernafasan, otomatis akan berpengaruh terhadap asupan oksigen ke janin dan hal tersebut bisa menghambat pertumbuhan janin.

“Asupan oksigen itu sangat penting bagi janin, jika hal tersebut terganggu karena ibu hamil ada gangguan pernafasan, maka pertumbuhan janin juga terganggu, bisa jadi lebih kecil dari ukuran yang seharusnya. Begitu pula dengan asupan makanan untuk janin, jika si ibu hamil terganggu pola makannya karena tidak enak makan dan sebagainya, maka akan berdampak pada janin juga,” terangnya, Jumat (9/7/2021).

Lebih lanjut dr Iqbal menjelaskan, saat ini terapi antivirus belum bisa diberikan kepada ibu hamil. Untuk obat-obatan, yang bisa dikonsumsi oleh ibu hamil juga sangat terbatas, hanya obat antibiotik kategori B yang diperbolehkan. Antara lain obat batuk dan obat antiradang, itupun dalam dosis tertentu dan harus dengan pengawasan dokter.

“Ibu hamil yang meninggal akibat Covid-19 sudah ada, sehingga langkah antisipasi atau pencegahan sebaiknya dilakukan sedini mungkin. Melihat perkembangan Covid-19 ini, kemarin perhimpunan ahli genekologi sudah memberikan maklumat bahwa untuk keadaan darurat ibu hamil dalam kategori tertentu boleh dilakukan vaksinasi,” ungkapnya.

Dokter Iqbal memberikan tips supaya ibu hamil terhindar dari Covid-19, yaitu tetap berada di rumah dan membatasi interaksi dengan pihak luar. Bahkan, dengan keluarga sendiri, interaksi juga harus dilakukan secara berhati-hati, karena belum tentu seisi rumah juga bebas dari Covid-19. Untuk menjaga kebugaran, disarankan untuk olahraga ringan dengan berjalan kaki misalnya yang dilakukan di sekitar lingkungan rumah saja.

“Ibu hamil harus sembunyi, isolasi sendiri, stay di rumah saja dan pastikan anggota keluarga dalam satu rumah juga sehat, sehingga bisa menghindari penularan,” tuturnya.

Sementara itu, salah satu ibu hami yang positif Covid-19, Hervina mengatakan, ia mengalami gejala batuk dan flu, namun sekarang kondisinya sudah membaik. Ia bersama anak dan suaminya terkonfirmasi positif minggu lalu dan saat ini masih menjalani isolasi mandiri di rumah.

“Batuk dan flu, tetapi obat yang diberikan dokter dosisnya sangat rendah, sehingga sembuhnya cukup lama, sangat tidak enak kondisi seperti ini,” katanya.

Lihat juga...