Covid-19 Varian Delta Disinyalir Sudah Masuk Banyumas

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

PURWOKERTO – Covid-19 varian delta disinyalir sudah masuk wilayah Kabupaten Banyumas. Indikasi tersebut terlihat dari banyaknya masyarakat yang menempati isolasi mandiri terpusat di kawasan Baturaden, dimana mereka mempunyai riwayat perjalanan dari wilayah eks Pati dan sekitarnya.

Kapolresta Banyumas, Kombes Pol M Firman L. Hakim mengatakan, saat ini Banyumas memiliki dua isolasi terpusat. Isolasi terpusat pertama diperuntukkan bagi warga yang positif Covid-19 dan penyebarannya murni dari wilayah Banyumas.

Sedangkan isolasi terpusat kedua khusus untuk warga positif Covid-19 yang mempunyai riwayat perjalanan dari luar Banyumas, yaitu eks wilayah Pati. Di mana daerah tersebut banyak terdapat kasus varian baru, yaitu delta.

“Kedua isolasi tersebut berada di Baturaden, jika dilihat dari tingkat huniannya, maka varian delta sangat besar kemungkinannya sudah masuk ke Banyumas, karena banyaknya warga positif yang dari luar daerah,” jelasnya, Jumat (2/7/2021).

Kapolresta menegaskan, untuk mencegah penyebaran varian baru di wilayah Banyumas, dibutuhkan kejujuran dari masyarakat. Jika mereka habis bepergian keluar daerah, harus jujur mengatakan saat ditanya petugas. Begitu pula dengan kondisi kesehatan, harus jujur disampaikan jika memang mengalami gejala kurang sehat.

Pada kesempatan tersebut, Kapolresta juga memaparkan tentang 17 anggotanya yang terpapar Covid-19 dan saat ini masih menjalani isolasi.

Anggota yang positif tersebut berasal dari jajaran Polresta Banyumas serta beberapa polsek. Menurutnya, saat ini kondisi penyebaran Covid-19 sudah sampai pada tingkat mengkhawatirkan, sehingga butuh dukungan dan sinergitas dari semua kalangan.

“Polri tidak bisa sendiri menangani ini, butuh sinergi dengan TNI, pemkab dan yang terpenting juga masyarakat. Harus terbangun kesadaran masyarakat untuk selalu menjaga dan menerapkan protokol kesehatan di manapun mereka beraktivitas. Menggunakan masker, menjaga jarak, mengurangi aktivitas di luar serta rajin mencuci tangan harus menjadi kebiasaan yang selalu diterapkan dimana pun berada. Ini merupakan tameng awal dari penyebaran Covid-19, jadi mari bersinergi untuk kembali menyehatkan negeri ini,” tuturnya.

Terkait upaya pencegahan lain dari sisi pembatasan kegiatan masyarakat, Kapolresta mengatakan, pembatasan akan banyak dilakukan seiring dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Namun, lanjutnya, tetap dengan memperhatikan kesejahteraan masyarakat, supaya ekonomi masyarakat tidak semakin terpuruk di tengah pandemi.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banyumas, Sadiyanto mengatakan, jika melihat perkembangan penambahan kasus positif Covid-19 serta aktivitas mobile masyarakat, kemungkinan besar virus Covid B.1.617.2 atau varian delta memang sudah ada di Kabupaten Banyumas.

“Kalau melihat kondisi masyarakat Banyumas, besar kemungkinan varian delta sudah masuk ke Banyumas, namun dari hasil pemeriksaan medis memang belum ditemukan, karena masih ada 13 sampel yang kita kirim ke Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta dan belum dikirim hasilnya,” kata Kadinkes.

Sadiyanto mengatakan, mengirimkan 18 sampel ke UGM dari warga Banyumas yang diketahui positif dan habis bepergian keluar daerah. Namun, sampai saat ini hasil pemeriksaannya baru keluar 5 dan semua dinyatakan bukan Covid-19 varian delta, masih ada 13 yang belum keluar hasil pemeriksaannya.

Pihaknya sudah beberapa kali menanyakan ke UGM terkait 13 sampel tersebut, namun dari pihak UGM menyatakan ada skala pemeriksaan untuk daerah-daerah tertentu yang sudah dipastikan terdapat varian delta. Seperti Kabupaten Kudus dan sekitarnya.

Lihat juga...