Dana TIK Sektor Pendidikan Capai Rp17 Triliun

Editor: Makmun Hidayat

JAKARTA — Memastikan kesiapan digitalisasi sektor pendidikan dan sekaligus mengurangi ketergantungan produk impor pada sektor pendidikan, pemerintah menganggarkan Rp17 triliun untuk pengadaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) hingga tahun 2024.

Menko bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenkomarves) Luhut Binsar Panjaitan menyatakan pemerintah berupaya untuk menggantikan produk TIK sektor pendidikan dengan produk dalam negeri.

“Tujuan utamanya, pengadaan barang sebesar Rp17 triliun hingga 2024 nanti, untuk meningkatkan keterpakaian produk dalam negeri dan juga meningkatkan digitalisasi pendidikan. Kita akan gunakan anggaran itu untuk enam jenis unit,” kata Luhut dalam konferensi pers Kemenko Marves, Kamis (22/7/2021).

Adapun unit yang dimaksud adalah laptop sebanyak 1.319.154 unit, access point 99.634 unit, konektor 99.634 unit, LCD Proyektor 99.634 unit, layar proyektor 12.189 unit dan speaker aktif 12.986.

“Dan semua pengadaan ini harus lah produk dalam negeri. Sudah ada enam produsen dalam negeri yang memiliki nilai TKDN di atas 25 persen,” ujarnya.

Ia juga menyebutkan bahwa keenam produsen tersebut sudah menyatakan siap memenuhi kebutuhan Kemendikbudristek dan pemerintah daerah.

“Kesiapan produk laptop itu 351 ribu pada September 2021 dan pada November akan menjadi 718.100 unit,” ujarnya.

Untuk itu, Luhut mewajibkan pemerintah daerah untuk mengalokasikan Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik pendidikan untuk membeli produk dalam negeri ini, seperti yang dilakukan oleh pihak kementerian.

“Ini penting untuk menghilangkan ketergantungan pada impor. Jadi belanjakan pada produk dalam negeri. Pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan riset dalam negeri dan TKDN hingga bisa memproduksi laptop merah putih, yang semuanya dikerjakan di Indonesia. Mulai desain hingga pengembangan,” pungkasnya.

Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim menyatakan akan mengalokasikan anggaran sebesar Rp2,4 triliun untuk 240 ribu laptop bagi kebutuhan semua jenjang pendidikan.

“Kita alokasikan Rp2,4 triliun untuk DAK Pendidikan tahun 2021 di tingkat provinsi, kabupaten dan kota. Khusus untuk laptop,” kata Nadiem dalam kesempatan yang sama.

Ia menyatakan alokasi ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh pemerintah daerah dan dinas pendidikan.

“Kan ini dibuat oleh sumber daya manusia kita, anak SMK Indonesia. Dan bahannya juga sudah menggunakan sumber daya dari Indonesia. Saya pastikam kualitasnya baik. Kan sudah disertifikasi,” ujarnya.

Ia menyebutkan dengan menggunakan produk dalam negeri di sektor pendidikan ada dua hal yang akan dicapai.

“Pertama, upaya untuk mencapai digitalisasi pendidikan akan tercapai. Dan kedua, akan ada peningkatan hilirisasi riset perguruan tinggi dan SMK yang artinya akan meningkatkan keterpakaian produk dalam negeri,” pungkasnya.

Lihat juga...