DCML Cilongok Siap Buat Pakan Bebek Mandiri

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BANYUMAS – Sukses menjalankan uji coba budi daya bebek sejak 2 tahun terakhir, upaya Koperasi Utama Sejahtera Mandiri Desa Cerdas Mandiri Lestari (DCML) Cilongok, Banyumas, Jawa Tengah itu bukan tanpa menghadapi tantangan.

Sejumlah kendala dihadapi koperasi binaan Yayasan Damandiri ini, di antaranya adalah persoalan ketersediaan pakan yang masih sangat tergantung pada pabrik, hingga limbah bau yang dihasilkan kandang ternak.

Manajer Usaha Koperasi Utama Sejahtera Mandiri Cilongok, Riyan Hidayat, tak menampik hal tersebut. Tantangan berupa ketersediaan pakan bahkan menjadi salah satu faktor yang mengakibatkan uji coba budi daya bebek di dua kelompok ternak milik warga belum berhasil.

Manajer Usaha Koperasi Utama Sejahtera Mandiri Cilongok, Riyan Hidayat, dijumpai Cendana News, Selasa (6/7/2021) – Foto: Jatmika H Kusmargana

“Selain membudidayakan bebek di lahan dempot koperasi, kita juga telah mendorong warga untuk mulai membudidayakan bebek di kandang mereka masing-masing. Ada dua kelompok yang sudah mencoba. Namun sejauh ini memang masih merugi,” katanya, Selasa (6/7/2021).

Mengatasi persoalan tersebut, Riyan mengaku sudah menemukan solusi yang diharapkan dapat membantu usaha budi daya bebek yang dijalankan masyarakat desa. Yakni dengan membuat formulasi pakan secara mandiri.

“Dengan pakan mandiri diharapkan peternak tidak perlu lagi membeli pakan pabrikan. Sehingga biaya operasional bisa ditekan. Dengan begitu margin keuntungan akan semakin meningkat, dan mengurangi risiko kerugian peternak,” katanya.

Sementara itu untuk mengatasi persoalan limbah/polusi bau yang dihasilkan, Riyan mengaku akan mengadopsi sistem full cross yang sudah banyak digunakan di sejumlah daerah. Di mana kandang bebek akan didesain sedemikan rupa, sehingga mampu menekan polusi bau yang ditimbulkan.

“Jadi dengan sistem ini nanti kandang akan dibuat tertutup rapat. Sementara kotoran akan bisa terkumpul di satu titik, untuk kemudian disedot menggunakan blower dan dibuang. Sehingga bau yang ditimbulkan bisa diminimalisir,” katanya.

Dengan biaya cukup besar, sistem kandang seperti ini dinilai lebih cocok digunakan untuk model budi daya bebek secara komunal di satu lokasi. Sehingga proses pemeliharaan ternak bebek akan menjadi lebih efektif.

“Sampai saat ini alternatif solusi ini masih kita matangkan,” pungkasnya.

Lihat juga...