Desa Wisata Kojadoi Kembali Mulai Dikunjungi Wisatawan

Editor: Makmun Hidayat

MAUMERE — Kunjungan wisatawan lokal ke Desa Wisata Kojadoi, Kecamatan Alok Timur, sudah mulai ada meskipun kebanyakan berasal dari warga Kabupaten Sikka dan wilayah lainnya di Nusa Tenggara Timur.

“Sudah ada beberapa orang yang datang ke Pulau Kojadoi tapi tidak menginap,” kata Yance Moa, Ketua Asosiasi Desa Wisata Indonesia (Asidewi) Provinsi NTT, saat dihubungi Cendana News, Minggu (11/7/2021).

Yance menyebutkan ,selama masa pandemi tahun 2020 tidak ada kunjungan wisatawan baik domestik maupun mancanegara meskipun Kojadoi meraih juara sebagai desa wisata Indonesia Sustainable Tourism Award (ISTA) tahun 2019.

Pihaknya pun mendorong Kojadoi menjalin mitra dengan berbagai lembaga dan kementerian agar bisa mempersiapkan sumber daya manusianya di sektor pariwisata yang lumpuh akibat pandemi Covid-19.

“Baru tahun 2021 ini sudah mulai ada kunjungan tetapi hanya dari warga Kabupaten Sikka termasuk dari Kota Maumere. Ada juga dari beberapa wilayah lainnya di NTT tapi jumlahnya terbatas,” ucapnya.

Yance mengakui, kerja sama yang dibangun bersama Pangkalan TNI AL (Lanal) Maumere dan BKSDA NTT yang menjadikan Kojadoi sebagai desa binaan memberikan dampak yang sangat besar.

Selain menggelar Kojadoi Sail Festifal melalui lomba perahu layar, Lanal Maumere juga mempercantik wajah desa ini dengan mencari sponsor yang menyumbangkan cat guna mengecat semua rumah di desa tersebut.

“Lanal Maumere dan BKSDA NTT juga membantu peningkatan ekonomi masyarakatnya lewat budidaya rumput laut dan pelatihan SDM Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis),” ungkapnya.

Yance bersyukur dengan adanya kegiatan tranplantasi terumbu karang yang dilakukan Selasa (29/6) dan Lomba Perahu Layar dalam Kojadoi Sail Festifal, Rabu (30/6) yang membuat nama Kojadoi kembali diangkat.

Sementara itu, Kepala Desa Kojadoi, Hanawi mengakui desanya hanya menerima beberapa kunjungan dari wisatawan lokal termasuk pegawai kantor di Maumere dan beberapa wisatawan domestik.

Menurut Hanawi, berbagai perencanaan desa yang sudah dianggarkan untuk memperkuat sektor pariwisata pun harus dipangkas untuk mengatasi pandemi Covid-19.

“Kami bersyukur banyaknya lembaga pemerintah yang membantu mengadakan berbagai kegiatan. Termasuk lomba perahu layar yang diadakan Lanal Maumere yang ingin memperkenalkan Kojadoi,” ucapnya.

Lihat juga...