Di Kudus Belasan Truk Tidak Lolos KIR karena Alami ODOL

Truk yang melakukan uji kelayakan kendaraan bermotor atau KIR di Kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Kudus, Jawa Tengah - Foto Ant
KUDUS – Dinas Perhubungan Kabupaten Kudus, Jawa Tengah mencatat, ada 17 truk yang belum bisa lolos uji kelayakan kendaraan bermotor atau KIR, karena mengalami over dimension and overloading (ODOL). Sehingga harus dipernaiki dimensinya, jika ingin lolos KIR.

“Pemilik 17 truk ODOL tersebut sudah diberikan kesempatan untuk melakukan perbaikan dimensi kendaraannya agar sesuai dengan ketentuan,” kata Kasi Pengujian Kendaraan Bermotor Dishub Kudus, Agung Budi, Kamis (15/7/2021).

Seharusnya, tahun ini semua truk ODOL sudah melakukan perbaikan spesifikasinya, agar sesuai dengan ketentuan terbaru. Pemerintah pusat disebut-sebut, menargetkan di 2023 bisa bebas truk ODOL melalui program Zero ODOL 2023. Untuk itulah, pemerintah sudah melakukan sosialisasi terkait dengan larangan truk ODOL beroperasi karena dimensi kendaraannya yang berlebihan, sejak 2019 lalu.

Sedangkan tahun berikutnya, ditindaklanjuti di tingkat daerah. Penertiban truk ODOL selain di jalan raya melalui operasi, juga melalui uji KIR kendaraan. Seperti yang terjadi saat ini, di Kudus sudah ada 17 truk yang mengalami overdimensi dan harus diperbaiki untuk bisa lolos KIR. Kelebihan dimensi yang terjadi di Kabupaten Kudus, di antaranya mengubah as, jarak sumbu, dan memperpanjang bak kendaraan. “Jika dalam dua kali uji KIR belum juga dinormalisasi, akan dilakukan pemblokiran,” ujarnya.

Belasan kendaraan bermotor tersebut ketika dua kali tidak mau melakukan perbaikan, awal 2022 akan dilakukan pemblokiran. Awalnya, truk ODOL memang resmi, karena pemberi order pengangkutan menginginkan barangnya bisa sekali angkut diantarkan ke tempat tujuan. Pemilik kendaraan lantas melakukan perubahan dimensi kendaraan.

Akan tetapi, mulai saat ini truk yang mengalami overdimensi harus diperbaiki sebelum menjadi sasaran penertiban oleh petugas di jalan raya. Ketika terjadi kecelakaan, pemilik kendaraan, pemilik karoseri, dan pemberi order bisa ikut terlibat, jika kecelakaan yang terjadi karena overdimensi dan muatan. (Ant)

Lihat juga...