Di Kulon Progo, Tempat Tidur Rumah Sakit Rujukan COVID-19 Terisi Penuh

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kulon Progo, Baning Rahayujati - foto Ant
KULON PROGO – Tempat tidur rumah sakit rujukan utama COVID-19 di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, terisi 100 persen. Sementara antrean di Instalasi Gawat Darurat (IGD) cukup banyak, akibat tingginya penambahan pasien terkonfirmasi COVID-19 di wilayah tersebut.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kulon Progo, Baning Rahayujati mengatakan, dua rumah sakit rujukan utama COVID-19, yakni RSUD Wates dengan kapasitas 40 tempat tidur, yang terdiri dari ICU kapasitas enam tempat tidur sudah terisi, dan tempat tidur penanganan sebanyak 34 tempat tidur sudah terisi penuh. Sementara antrean di IGD sebanyak 13 pasien.

Kemudian, Rumah Sakit Umum Daerah Nyi Ageng Serang, disiapkan 24 tempat tidur, tempat tidur perawatan dan kondisinya sudah terisi penuh. Sementara antrean di IGD sebanyak empat pasien. “Total tempat tidur rumah sakit rujukan COVID-19 di Kulon Progo sebanyak 64 tempat tidur sudah terisi penuh,” kata Baning, Sabtu (10/7/2021).

Sabtu (10/7/2021), penambahan harian kasus COVID-19 di Kulon Progo juga sangat tinggi, mencapai 431 kasus baru. Sehingga total konfirmasi positif selama pandemi sebanyak 10.903 kasus. “Penyebab tingginya penambahan hari ini karena penularan tinggi sama dengan kabupaten, dan provinsi lainnya juga,” kata Baning.

Ketua Fraksi PKS DPRD Kulon Progo, Hamam Cahyadi mengatakan, saat ini, kasus terkonfirmasi COVID-19 yang aktif dan menjalani isolasi mandiri sangat banyak, yakni lebih dari 3.500 kasus. Dari pasien terkonfirmasi COVID-19 yang melakukan isolasi mandiri, banyak yang membutuhkan perawatan dan penanganan medis. Mereka disebutnya, membutuhkan oksigen, namun rumah sakit rujukan, milik pemerintah dan swasta selalu penuh.

“Untuk itu, kami mendorong Pemkab Kulon Progo melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 membentuk bangsal darurat di bekas Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wates. Kalau membuat tenda darurat, kesannya tidak manusiawi,” pungkas Hamam. (Ant)

Lihat juga...