Dinkes OKU Perketat Pengawasan Prokes Jelang PTM

BATURAJA — Dinas Kesehatan Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan memperketat pengawasan penerapan protokol kesehatan di sejumlah sekolah menjelang proses pembelajaran tatap muka (PTM) yang akan digelar pada tahun ajaran baru 2021.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Ogan Komering Ulu (OKU), Andi Prapto menerangkan, hal tersebut dilakukan guna mengantisipasi penyebaran virus corona di lingkungan sekolah saat PTM digelar.

Oleh sebab itu, pihaknya menginstruksikan petugas di seluruh Puskesmas di Kabupaten OKU untuk membantu kesiapan penerapan protokol kesehatan di sekolah yang akan menggelar PTM.

Persiapan penerapan protokol kesehatan tersebut perlu dilakukan agar penyebaran virus corona di lingkungan sekolah dapat dikendalikan.

“Bahkan, jika diperlukan kami siap menempatkan petugas Puskesmas di sekolah yang akan menggelar belajar tatap muka,” tegasnya di Baturaja, Minggu (4/7/2021).

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan OKU, Teddy Meilwansyah sebelumnya menjelaskan, pada umumnya seluruh sekolah di OKU sudah siap menggelar PTM dengan mempersiapkan peralatan standar protokol kesehatan seperti menyediakan tempat mencuci tangan dan alat pengukur suhu tubuh untuk siswa.

Dinas Pendidikan juga dalam waktu dekat akan membentuk tim satgas COVID-19 di setiap sekolah yang menggelar proses belajar tatap muka guna memastikan seluruh anak didik dan pengajar yang ada di OKU mematuhi protokol kesehatan (prokes) untuk memutus rantai penyebaran virus corona.

“Jika ada siswa yang berkerumun di satu titik di lingkungan sekolah, maka bisa langsung mereka tegur. Begitu juga kalau ada yang lupa memakai masker dan malas cuci tangan akan diminta agar patuh terhadap prokes,” tegasnya.

Selain itu, tim satgas ini juga diwajibkan melakukan kerjasama dengan pihak Puskesmas di wilayah masing-masing untuk memantau suhu tubuh siswa.

“Setiap sekolah yang ada di OKU juga saat ini telah menyediakan ruang khusus untuk mengisolasi siswa yang memiliki gejala COVID-19,” ujarnya. (Ant)

Lihat juga...