Dipercaya Berkhasiat, Kelapa Bakar Banyak Diburu di Jakarta

Editor: Koko Triarko

JAKARTA – Meningkatnya kasus Covid-19 di Provinsi DKI Jakarta, turut berimbas pada penjualan kelapa hijau dan kelapa bakar yang diyakini mampu menjaga daya tahan tubuh. 

Kelapa hijau dan kelapa bakar paduan rempah-rempah itu pun banyak diburu warga Jakarta, untuk meningkatkan imun tubuh di tengah Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.  Seperti yang terlihat di kedai kelapa bakar di Jalan Raya Kalisari, Jakarta Timur.

Aryeti (36), salah satu pembeli, mengaku kerap membeli kelapa hijau mentah dan yang dibakar untuk dikonsumsi keluarganya. Apalagi, sejak pandemi Covid-19 melanda.

Menurutnya, air kelapa hijau sangat bermanfaat untuk kesehatan tubuh, utamanya menambah stamina tubuh dan menghilangkan dehidrasi.

“Air kelapa hijau kan mengandung vitamin c dan nutrisi, jadi sangat bagus untuk menjaga stamina tubuh. Kelapa bakar hijau berisi ramuan rempah juga bagus untuk meningkatkan imun kita,” ujar Aryeti, kepada Cendana News di kedai itu, Selasa (6/7/2021).

Cicih Rohani, pedagang kelapa bakar (daster motif batik) melayani pembeli kelapa bakar rempah di kedainya di Jalan Raya GOR Kalisari, Jakarta Timur, Selasa (6/7/2021). -Foto: Sri Sugiarti

Pembeli lain, Sukamto (41), juga mengatakan kelapa bakar hijau bukan sekadar untuk menghangatkan tubuh. Tapi, juga untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

“Kelapa bakar kan ada rempah-rempah seperti jahe merah, jinten, kayu manis dan lainnya. Kandungan rempah ini dipercaya bisa meningkatkan stamina tubuh, terhindar dari penyakit semacam virus yang membahayakan kesehatan,” ujar Sukamto.

Sementara itu Cicih Rohani, pedagang kelapa bakar, mengatakan setiap hari pembeli kelapa bakar maupun yang mentah selalu ramai, apalagi dalam penerapan PPKM Darurat ini.

“Alhamdulillah, pembeli ramai, menghabiskan kelapa bakar 300 butir sehari. Kalau yang kelapa hijau mentah terjual sehari 200 butir. Ya, berkah tapi riweh ya, banyak yang telepon pesan, belum lagi yang datang ke sini,” kata Cicih.

Padahal, kata dia, sebelumnya setiap hari ia hanya menghabiskan 90 butir kelapa bakar dengan harga yang berbeda, tergantung dari varian yang dipesan.

“Alhamdulillah, PPKM ini penjualan naik 100 persenan lebih. Di awal pandemi, pendapatan kotor per hari Rp1,5 juta. Kalau bersihnya Rp500 ribu per hari. Jadi sudah balik modal, ya. Nah, di periode PPKM kali ini alhamdulillah pendapatan lebih meningkat lagi,” imbuhnya.

Menurutnya, harga per butir kelapa bakar bervariasi. Kelapa bakar original Rp16 ribu. Kalau yang pakai rempah-rempah Rp23 ribu, dan yang rempah pakai telur Rp28 ribu.

“Tapi jenis kelapa bakarnya juga ada dua, yaitu kepala biasa dan hijau. Selisih harga juga beda, lebih mahal kelapa bakar hijau rempah itu harganya Rp30 ribu,” kata ibu dua anak ini.

Sedangkanuntuk kelapa hijau mentah ukuran  kecil seharga Rp15 ribu, sedang Rp18 ribu dan ukuran besar Rp20 ribu.

“Kelapa hijau itu lebih banyak yang beli mentahnya, sehari terjual 200 butir. Jadi, yang kelapa hijau bakar itu dibatasi cuma 50 butir per hari. Lebih banyak yang kelapa biasa yang bakar itu,” papar Cicih.

Menurutnya, kelapa dipasok dari daerah Lampung, Serang dan Sukabumi. Sedangkan untuk proses bakar kelapa menghabiskan waktu sekitar satu jam setengah.

Kelapa-kelapa muda itu dimasukkan ke dalam dua tabung berbahan belahan drum, yang atasnya dilengkapi cerobong untuk mengeluarkan asap, agar tidak tersebar luas.

Dalam tabungnya, diberi batok kelapa sebagai bahan untuk proses membakar kelapanya. Untuk satu kali proses bakar sekitar 60 butir kelapa.

“Nah kalau dua tabung pembakaran, yang isi masing-masing tabung 60 butir, maka sekali proses bakar itu 120 butir. Sehari bisa tiga kali bakar, tinggal dikit kita bakar lagi, dan selalu habis,” ujarnya.

Terkait ragam rempah-rempah, menurutnya dibuat sendiri untuk kemudian dicampurkan ke dalam kelapa sesaat setelah dibakar. Selanjutnya, diaduk rata dan siap untuk disajikan kepada pembeli.

“Bahan rempahnya terdiri dari jahe merah, jinten, kapulaga, kayu manis, serai, lada hitam, cabai Jawa, lada hitam, gingseng, gula aren, dan madu,” jelas Cicih.

Khasiat kelapa bakar rempah maupun kelapa hijau mentah, menurutnya sangat bermanfaat untuk menyembuhkan berbagai penyakit dan meningkatkan daya tahan tubuh.

“Ya, campuran beragam rempah, saat diminum terasa segar, khasiatnya bikin  tubuh lebih sehat dan terhindar dari  penyakit. Saya sendiri merasakan khasiatnya itu,” ujar Cicih.

Lihat juga...