Dipercaya Menjaga Imun, Kelapa Ijo Masih Jadi Buruan di Bekasi

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

BEKASI — Dua Minggu terakhir tempat jualan kelapa muda di Kota Bekasi, Jawa Barat menjadi buruan. Hal tersebut membuat harga kelapa muda (Degan), di wilayah itu melambung. Suasana pandemi sepertinya menjadi berkah bagi pedagang.

Irwan, salah seorang pedagang di Jatimekar, Jatiasih, mengakui omzet penjualan sebulan terakhir melonjak. Setiap harinya ia mampu menjual di atas 50 butir, dari biasanya hanya 20-30 butir sehari.

“Suasana sekarang ini, bisa dikatakan berkah bagi pedagang. Karena dipercaya bisa menjaga imun, dan mampu menetralisir dari virus Corona. Tak jarang banyak pedagang seperti mengambil kesempatan dalam kesempitan, terutama untuk harga kelapa ijo naik diatas Rp20 ribu/butir, biasanya hanya Rp15 ribuan,” ujar Wawan kepada Cendana News, Selasa (20/7/2021).

Diakuinya kondisi warga memburu kelapa muda tersebut sudah terjadi hampir sebulan terakhir sebelum penerapan PPKM Darurat. Hal itu juga membuat kelapa muda susah didapatkan karena semua pedagang memesannya.

Menurutnya, kelapa muda biasa pun tetap diminati oleh warga. Mereka awalnya menayakan, harga kelapa ijo, saat dibilang diatas Rp20 ribu, lebih memilih kelapa biasa yang harganya Rp10 ribu meskipun ditempat lain ada yang Rp12 -15 ribu.

Khusus untuk  yang yang diolah menjadi es dalam sehari bisa menghabiskan hingga 15 butir kelapa dengan harga Rp5.000 per gelas.

Riono, pedagang di Bekasi Selatan, mengakui kelapa muda saat ini banyak diburu, Selasa (20/7/2021). Foto: Muhammad Amin

Pantauan Cendana News harga kelapa muda di Kota Bekasi bervariatif terutama untuk jenis kelapa ijo, bahkan ada harga mencapai Rp35 ribu saat terjadi lonjakan Pandemi Covid-19. Namun demikian saat ini, sedikit stabil tetapi tetap di atas Rp20 ribu/butir.

Pedagang di Bekasi Selatan, sekitar komplek galaxy, menjual harga kelapa biasa Rp12 ribu/butir. Ia juga tidak menjual kelapa muda ijo karena harus disimpan tempat khusus setelah tutup. Jika tidak biasanya hilang.

“Resikonya kalau kelapa ijo, biasa hilang. Harga modalnya pun sekarang tinggi, sejak terjadi lonjakan Pandemi ini. Per butir bisa di atas Rp 10 ribuan,” ujarnya Riono.

Lihat juga...