Disdik Kota Semarang : Sekolah yang Kekurangan Siswa, Bisa Buka Pendaftaran Offline

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

SEMARANG — Sejumlah sekolah dasar negeri di Kota Semarang masih kekurangan siswa, meski tahapan pendaftaran peserta didik baru (PPDB) online sudah berakhir, pada Senin (5/7/2021) lalu. Menyikapinya hal tersebut, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota memberikan toleransi untuk membuka pendaftaran secara offline.

Kadisdik Kota Semarang, Gunawan Saptogiri, saat ditemui di kantornya, Semarang, Kamis (8/7/2021). Foto Arixc Ardana

“Jumlah sekolah SDN yang masih kekurangan murid sekitar 3-4 persen, dari 326 SDN di Kota Semarang. Penyebabnya ada beberapa hal, salah satunya masih ada orang tua calon siswa yang lupa atau tidak mengikuti pra pendaftaran, sehingga anak mereka tidak bisa mendaftar PPDB secara online, sehingga kuota tidak terpenuhi,” lapar Kadisdik Kota Semarang, Gunawan Saptogiri, saat ditemui di kantornya, Semarang, Kamis (8/7/2021).

Tercatat dari sekitar 14 ribu kursi untuk jenjang SDN, pendaftaran PPDB online hanya sekitar 12 ribu calon siswa. “Sudah pasti ada sekolah yang masih kekurangan siswa. Jadi kita perbolehkan untuk melakukan pendaftaran offline. Orang tua calon murid, bisa langsung datang ke sekolah yang dituju,” lanjutnya.

Termasuk bagi calon siswa yang lupa tidak melakukan daftar ulang pada PPDB online, mereka juga kembali mendaftar di sekolah yang dimaksud, selama satuan Pendidikan tersebut masih kekurangan siswa.

Dalam proses pendaftaran offline tersebut, meski menjadi kewenangan sekolah, namun pihaknya tetap menerapkan seleksi seperti PPDB online. Mulai dari nilai zonasi, prestasi, hingga lingkungan atau afirmasi.

“Jadi tetap ada seleksi, bagi yang jumlah pendaftar lebih banyak dibandingkan sisa kuota yang ada. Sementara, jika ada sekolah yang hingga tahun ajaran baru dimulai pada 12 Juli 2021 mendatang, masih kekurangan murid, ya tidak apa-apa, karena memang jumlah anak usia sekolah di wilayah tersebut tidak banyak,” tambahnya.

Dijelaskan, karakteristik masing- masing wilayah tidak sama. Ada wilayah yang jumlah anak usia sekolah tinggi, ada yang kurang. Hal tersebut juga ikut berpengaruh pada jumlah penerimaan siswa SDN.

“Silahkan orang tua calon murid bisa mendaftar offline di sekolah yang masih kekurangan siswa. Selama kuota masih ada, Insya Allah diterima, namun jika sudah penuh, masih ada sekolah swasta gratis di Kota Semarang, baik jenjang TK SD dan SMP, yang bisa menjadi pilihan, ataupun sekolah swasta lainnya, ” tandanya.

Terpisah, Kepala Sekolah SDN Sumurboto Semarang Sri Winarsih, juga menyampaikan hal senada.

“Pada PPDB tahun ini, dari kuota 56 murid baru, yang terseleksi melalui PPDB online sebanyak 44 orang, sehingga kita juga membuka pendaftaran offline. Dalam pelaksanannya, juga tetap menerapkan seleksi berdasarkan zonasi, nilai lingkungan dan lainnya, sesuai aturan PPDB, ” tandasnya.

Sementara apresiasi juga disampaikan orang tua calon siswa, Johan, yang juga melakukan pendaftaran offline, di SDN Pedalangan 01 Banyumanik.

“Dari hasil seleksi PPDB online, dari kuota 28 siswa, di SD tersebut baru ada 4 siswa yang mendaftar. Jadi saya masih berkesempatan mendaftarkan anak saya di sekolah tersebut. Sebelumnya tidak bisa mengikuti PPDB online, karena lupa tidak ikut pra pendaftaran. Jadi dengan adanya pendaftaran offline ini, memberikan solusi bagi kita yang ingin mendaftarkan sekolah anak, ” pungkas warga Pedalangan Semarang tersebut.

Lihat juga...