DKK Semarang: Kebutuhan Oksigen Capai 50 Ton per Hari

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Semarang, Abdul Hakam saat dihubungi di Semarang, Jumat (9/7/2021). Foto Arixc Ardana

SEMARANG — Oksigen menjadi kebutuhan vital, untuk membantu pasien yang mengalami gejala sesak nafas akibat covid-19. Tidak mengherankan, jika di tengah lonjakan kasus, kebutuhan di seluruh rumah sakit di Kota Semarang, termasuk rumah isolasi terpusat, terus meningkat.

“Kebutuhan oksigen memang terus meningkat, hingga 2-3 kali lipatnya. Saat ini kebutuhan di seluruh rumah sakit di Kota Semarang untuk perawatan pasien covid-19 mencapai 50 ton per hari,” papar Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Semarang, Abdul Hakam saat dihubungi di Semarang, Jumat (9/7/2021).

Dipaparkan, sejauh ini meski relatif belum ada kendala terkait distribusi oksigen dari produsen ke rumah sakit, namun ketersediaan tanki oksigen di rumah sakit yang masih terbatas, menjadi persoalan yang perlu diselesaikan.

“Jadi kebutuhan oksigen itu tinggi, jika rumah sakit mempunyai tanki penyimpanan berskala besar tidak menjadi persoalan, namun jika hanya memilliki tabung gas oksigen, ini yang susah. Kapasitas kecil, isi ulangnya tidak bisa cepat, butuh waktu,” terangnya.

Menyikapi hal ini pihaknya juga sudah melakukan koordinasi dengan memperbaiki manajemen rumah sakit, sehingga kendala tersebut bisa terselesaikan.

“Di sisi lain, ketersediaan tabung oksigen juga saat ini tinggi, terutama untuk di rumah isolasi terpusat, seperti di rumah dinas wali kota semarang, yang sekarang menjadi rumah isolasi atau karantina. Demikian juga ketersediaan oksigen di rumah isolasi lainnya. Ini juga menjadi perhatian,” tambahnya.

Saat ini, lanjut Hakam, pihaknya juga terus berkoordinasi dengan produsen oksigen, sebab kebutuhan tinggi sedangkan stok untuk di wilayah Jateng terbatas. “Produsen terbesar ada di Jabar dan Jatim, jadi ini kita berupaya terus agar distribusinya lancar. Termasuk dari luar Jawa, kita juga minta dikirimkan oksigen dari sana,” terang Hakam.

Di pihak lain, dirinya juga bersyukur saat ini tingkat keterisian rumah sakit (BOR) untuk perawatan covid-19 di Kota Semarang sudah mulai menurun, termasuk juga di rumah isolasi.

“Saat ini masih stabil tiggi, BOR masih di 85 persen. Ini sudah menurun dibanding minggu lalu yang mencapai 90 persen. Demikian juga di rumah karatina lebih sedikit, sekitar 77 persen. Ini juga berpengaruh pada konsumsi oksigen. Mudah-mudahan bisa terus menurun,” tandasnya.

Sementara itu, Direktur Rumah Sakit Wongsonegoro (RSWN) Semarang, Susi Herawati saat dihubungi terpisah, menyebutkan kebutuhan oksigen di rumah sakit tersebut mencapai 16 ton per hari.

“Sejauh ini ketersediaan oksigen untuk pasien di RSWN masih tercukupi. Stok oksigen kita jaga di angka 19 ton per hari, sehingga diharapkan mampu memenuhi kebutuhan yang ada,” terangnya.

Tercatat pihaknya memiliki satu tanki penyimpanan oksigen ukuran 10 ton, serta dua tangki ukuran 4.500 liter.

Susi menuturkan, pihaknya juga sudah bekerja sama dengan distributor dan berkoordinasi dengan satgas untuk menjamin stok oksigen aman.

“Kita kerja sama dengan PT Langgeng dan Samator dibantu provinsi untuk menjaga konsistensi dan komitmen. Kita monitor terus. . Bahkan, kalau dirasa urgent, kita juga menyewa tangki jika ada kebutuhan oksigen yang mendesak sehingga dipastikan tidak mengganggu pelayanan,” tandasnya.

Lihat juga...