Empon-empon Kembali Dicari, Harga Mulai Merangkak Naik

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

SEMARANG — Lonjakan angka covid-19 di Kota Semarang, turut berimbas pada penjualan empon-empon seperti jahe, temulawak, sereh hingga jeruk lemon. Berbagai rempah tersebut, dimanfaatkan oleh masyarakat untuk meningkatkan imun tubuh, di tengah pandemi.

“Ya, sekarang ini sudah mulai banyak yang mencari lagi, namun harganya belum naik tinggi. Dulu sempat melonjak pada awal-awal pandemi, terutama permintaan jahe merah, sereh, jeruk nipis atau lemon, dan temulawak. Harga waktu itu sampai tinggi, dari biasanya jahe merah Rp40 ribu bisa menjadi Rp100 ribu per kilogram,” papar pedagang sayur, Windarti di kawasan Tembalang Semarang, saat ditemui di warung miliknya, Selasa (6/7/2021).

Kini, seiring tingginya angka covid-19, permintaan empon-empon pun kembali meningkat.

“Kalau permintaan, ya kira-kira naik dua kali lipat, kalau misalnya sebelumnya jahe bisa menjual 10 kilogram per minggu, sekarang jadi 20 kilogram. Soal harga, ya ada kenaikan 1-2 ribu rupiah, memang belum setinggi dulu. Untuk jahe merah Rp45 ribu per kilogram, sementara jahe biasa atau emprit Rp25 ribu per kilogram,” terangnya.

Dipaparkan, masyarakat mencari empon-empon tersebut untuk dibikin minuman herbal, sebagai upaya menambah daya tahan tubuh, sehingga terhindar dari paparan covid-19.
Hal tersebut juga disampaikan Safitri, salah seorang pembeli. Dirinya mengaku mencari empon-empon untuk dibuat minuman herbal penguat stamina tubuh. “Selain vitamin C, untuk meningkatkan imun tubuh, saya jua membuat minuman dari bahan jahe, serai, jeruk nipis. Ini bagus untuk tubuh,” terangnya.

Tidak hanya kali ini saja dirinya memanfaatkan empon-empon, pada awal-awal pandemi, langkah yang sama juga dilakukannya. Di satu sisi, dirinya berharap, lonjakan harga empon-empon tidak terjadi lagi, disaat banyak masyarakat yang mencari.

“Sebelum pandemi terjadi dan permintaan belum banyak, harga jahe merah hanya Rp40 ribu per kilogram, sementara jahe biasa sekitar Rp15 ribu – Rp20 ribu. Namun, waktu awal pandemi harga jahe merah sampai Rp100 ribu, ya saya juga mengalaminya. Mudah-mudahan kali ini tidak terjadi lagi,” terangnya.

Safitri, salah seorang pembeli, tengah memilih beragam empon-empon saat ditemui di warung sayur di kawasan Tembalang Semarang, Selasa (6/7/2021). Foto Arixc Ardana

Kenaikan harga empon-empon juga dirasakan Wawan, pedagang wedang rempah ‘Mbah Kung’. Diakuinya, saat ini peningkatan permintaan wedang rempah juga meningkat, namun hal tersebut juga diiringi dengan peningkatan harga bahan baku rempah atau empon-empon.

“Ya sudah mulai ada peningkatan harga, meski belum terlalu tinggi. Mudah-mudahan tidak melonjak seperti dulu. Apalagi sekarang ini sedang ada PPKM Darurat, semuanya dibatasi. Harapannya, tidak berimbas pada harga empon-empon,” terangnya.

Saat ini, harga di tingkat petani masih relatif sama, Rp35-40 ribu per kilogram untuk jahe merah, kunyit Rp25 ribu, serai Rp15 ribu, hingga jeruk nipis Rp18 ribu per kilogram.

Lihat juga...