Getuk Legit Indramayu Buatan Rasingkem Disukai di Bekasi

Editor: Makmun Hidayat

BEKASI — Daerah Indramayu dikenal dengan aneka kudapan tradisional khas jajanan pasar yang diolah dari bahan baku singkong menjadi cenil, sawut, dan getuk. Getuk  setidaknya menjadi salah satu primadona jajanan yang dijajakan berkeliling dengan cara bakulan.

Hampir di setiap perkampungan di wilayah Kota Bekasi, masih ditemukan ibu-ibu menggendong menawarkan aneka kue tradisional berkeliling. Bakulnya pun saat dibuka akan terlihat warna-warni kue khas untuk teman  kopi dan lainnya.

“Saya sudah puluhan tahun berkeliling dari kampung ke kampung membawa kue tradisional khas Indramayu ini. Pelanggan bisa dikatakan sudah lintas generasi,” kata Rasingkem kepada Cendana News, ditemui di Kampung Rawa Bebek, Bekasi Barat, Sabtu (10/7/2021).

Diakuinya kue tradisional khas Indramayu terutama getuk masih cukup diminati terutama oleh orang dewasa. Sementara anak-anak lebih memilih cenil karena rasa legit dipadu dengan cocolan gula merah yang telah dicairkan.

Rasingkem berjualan getuk khas Indramayu dengan berkeliling saat ditemui, Sabtu (10/7/2021). -Foto M. Amin

Getuk Indramayu, menurut Rasingkem, berbeda dengan getuk daerah lainnya, meskipun memiliki bahan baku yang sama. Selain warna, jelasnya, getuk Indramayu rasanya lebih manis dan empuk dengan tekstur halus dan kenyal.

“Banyak orang Indramayu berjualan getuk keliling di Bekasi ini, cirinya penjual getuk Indramayu itu bawa bakul dan selendang. Jadi masih menggendong bakulnya,” ungkap Rasingkem.

Ia mengaku semua kue tradisional khas Indramayu dibuat sendiri dengan bahan baku dibeli di pasar. Hingga rasanya pun sama saat berada di Indramayu, dan membeli getuk di sana.

Menurutnya getuk paling susah dibuat dibanding jenis jajanan tradisional khas Indramayu lainnya. Karena singkong yang telah direbus perlu ditumbuk menggunakan banyak tenaga sampai benar-benar halus menggunakan wadah khusus.

Kemudian ditambahkan gula pasir secukupnya. Tekniknya jangan terlalu lembut, agar tekstur singkongnya masih berasa. Untuk lebih terasa biasanya banyak yang suka memakan dicampur dengan  kelapa parut yang telah dicampur garam sedikit agar berasa asin.

MB Nugroho, salah satu penyuka getuk Indramayu, mengaku jadi pelanggan setia. Ia suka beli setiap akhir pekan untuk dinikmati bersama teh atau kopi bareng keluarga.

“Ibu Rasingkem sudah cukup populer di Rawa Bebek, siapa yang tidak kenal dari anak-anak sampai orangtua. Ia sudah puluhan tahun berkeliling menjajakan aneka kue tradisional khas Indramayu di wilayah ini,” tegasnya.

Lihat juga...