Gubernur Jabar: PPKM Darurat Lumayan Berhasil Turunkan Angka Covid-19

Editor: Makmun Hidayat

BEKASI — Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, menyatakan, tingkat keterisian rumah sakit (RS) atau bed occupancy rate (BOR) rujukan Covid-19 di Jabar kembali mengalami penurunan. Hingga hari ini, Tingkat ketirisian menjadi 77,04 Persen.

“Sebelum PPKM Darurat BOR di Jabar mencapai 90,69 persen. Hingga 20 Juli kemarin turun 13 persen. Jika ditanya apakah penerapan PPKM Darurat berhasil, jawabnya lumayan,” kata Kang Emil, dalam siaran pers virtual yang diikuti Cendana News, Rabu (21/7/2021).

Dikatakan bahwa BOR menjadi angka pasti, berbeda dengan data kasus aktif karena bisa menimbulkan debat table. BOR adalah data pasti setiap hari keluar masuk pasien terdata melalui sistem yang dimiliki. Angka BOR masih tinggi didominasi wilayah Bedebek.

Sementara daerah yang BOR turun hingga di bawah 60 persen berada di wilayah Pariangan Timur meliputi Tasik, Garut. Ini merupakan berita baik dan patut diapresiasi.

Menurutnya penerapan PPKM Darurat, dinilai cukup lumayan berhasil menurunkan angka paparan Covid-19 di wilayah Jabar. Seiring waktu makin turun, angka ini menunjukkan bahwa penguatan oksigen yang dilakukan pemerintah baik bagi pasien Isoman atau di RS menurunkan angka kematian.

“Saya sampaikan bahwa tingkat kematian di Jabar 50 persen perempuan dan 50 persen pria selama PPKM Darurat. Untuk usia sendiri 50 persen diatas 50 tahun 50 persen di bawah 50 tahun, saya sampaikan dominasi merata,” tukasnya.

Adapun tingkat kematian dipicu komorbid, pertama akibat darah tinggi, kedua diabates kemudian penyakit jantung. Tiga penyakit tersebut mayoritas yang menjangkiti kematian warga di Jabar.

“Ada korelasi antara vaksin yang rendah dengan kematian, kesimpulan ada daerah vaksin rendah tingkat kematian tinggi. Contohnya dua daerah Kota Cirebon dan Kota Bandung vaksin tinggi dan kematiannya rendah,” ucapnya.

Jabar sendiri lanjut mendapatkan kuota 9 juta vaksin. Dari jumlah tersebut 74 persen sudah direalisasikan. Saat ini masih tersisa akan dialihkan untuk sekolah dan vaksin keliling meningkatkan persentase. Pemprov Jabar juga telah membagikan 9000 obat gratis.

Sementara Ketua Harian Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Jawa Barat (Jabar) Daud Achmad mengatakan, perpanjangan PPKM Darurat yang dilakukan pemerintah pusat merupakan pilihan yang tepat dalam upaya pengendalian kasus COVID-19 yang saat ini masih cukup tinggi.

“Untuk pengendalian COVID-19, perpanjangan ini merupakan pilihan yang tepat,” ucap Daud Ahmad

Dia berharap, dengan adanya perpanjangan PPKM Darurat hingga 25 Juli 2021 mendatang, bisa lebih menurunkan jumlah kasus COVID-19 di Jabar.

Perpanjangan PPKM Darurat yang dilakukan oleh pemerintah ini  harus disertai dengan peningkatan kedisiplinan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan (prokes) 5M, supaya kasus COVID-19 dan BOR bisa terus turun hingga 30 persen seperti sebelum libur Lebaran.

“Perpanjangan PPKM Darurat harus dibarengi dengan disiplin 5M kita, semua warga masyarakat lebih ditingkatkan lagi,” ujarnya.

Lihat juga...