Gugus Tugas : Covid-19 Varian Baru Diperkirakan Sudah Masuk ke Sikka

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

MAUMERE — Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) memperkirakan virus Covid-19 varian baru sudah menyebar di Kabupaten Sikka.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sikka, NTT, dr. Clara Yosefine Francis, MPH saat ditemui di kantornya, Jumat (2/7/2021). Foto : Ebed de Rosary

“Kami memperkirakan virus Corona Varian baru sudah menyebar di Kabupaten Sikka,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sikka, NTT, dr. Clara Yosefine Francis, MPH saat dihubungi, Jumat (9/7/2021).

Clara menjelaskan, dari beberapa kasus yang ditemukan diperkirakan pasien tertular Covid-19 varian baru sebab dari ciri-cirinya sangat mungkin karena penularannya sangat cepat dan lebih ganas.

Ia menyebutkan, pihaknya belum bisa memastikannya sebab belum dilakukan pemeriksaan karena kalau diperiksa harus dari beberapa shelter dan hasil pemeriksaan harus dikirim ke Litbangkes Kementerian Kesehatan.

“Kita kesulitan untuk mengirimkannya beberapa minggu lalu, awal Juli 2021. Sejak awal kita coba hubungi untuk dikirim tapi masih kesulitan apalagi dengan adanya pembatasan dan penerbangan pun banyak yang ditutup,” ungkapnya.

Clara menyebutkan, rata-rata kasus yang terjadi terutama sejak awal bulan Juli 2021 dimana korban meninggal dengan proses yang begitu cepat serta data kematian pun begitu besar.

Selain itu tambahnya, kasusnya semakin banyak dengan peningkatan yang tinggi sehingga pihaknya memperkirakan sangat mungkin pasien yang positif berasal dari virus Covid-19 varian baru.

“Awal-awalnya yang positif sumbernya dari pelaku perjalanan dari Jakarta, Bandung, Batam, Denpasar serta Makasar. Ketika mereka yang positif ikut pesta langsung banyak orang yang tertular,” ucapnya.

Clara mengharapkan agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan harus menerapkan protokol kesehatan secara ketat mengingat kasus Covid-19 yang mulai menyebar di Kabupaten Sikka sangat cepat.

Dia paparkan, hingga Kamis (8/7/2021) terdata sudah 26 warga meninggal dunia akibat Covid-19 dan 882 orang masih menjalani perawatan di berbagai lokasi isolasi dan karantina yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Sikka.

“Kita tetap mengimbau agar masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Ingat saat ini kluster pesta sudah menyebar di keluarga sehingga saling menularkan antar sesama anggota di dalam rumah maupun anggota keluarga lainnya,” ungkapnya.

Sementara itu, warga Kelurahan Kota Uneng, Maumere, Greg Wangge mengakui dirinya sempat terpapar Covid-19 awal Juni 2021 lalu dari adiknya yang ditularkan oleh teman dokternya dari Jakarta yang sedang berlibur di Maumere.

Greg menyebutkan, saat tertular gejala awal pegal-pegal di hari pertama dan kondisi tubuh langsung drop disusul hari berikutnya terjadi flu dan badan pun mulai meriang serta panas dalam.

“Badan panas di dalam sementara di luar suhu tubuh biasa berkisar antara 35 sampai 36 derajat Celsius. Saya merasa pusing dan mulai lemah dan hari keempat sudah mulai flu dan batuk kering diikuti dengan badan lemas,” paparnya.

Greg beberkan, hari kelima badan tambah pegal dan sulit digerakkan hingga hari ketujuh saya merasa kesulitan bernafas sehingga membeli tabung oksigen botol karena isolasi di rumah.

Dia tambahkan, hari kesembilan sampai hari kesepuluh virusmya mulai melemah dan berat badannya turun hingga 12 kilogram tetapi dirinya terbantu karena tetap minum obat vitamin C dan D dan minum juga rebusan air jahe serta air kelapa muda.

“Saya juga minum obat Cina dimana dalam sehari total saya minum sekitar 15 obat termasuk vitamin. Saya berharap agar warga lainnya tetap menaati protokol kesehatan agar jangan tertular Covid-19,” pesannya.

Lihat juga...