Hadapi Pandemi, Budayawan Bekasi Serukan Penguatan Kampung

Editor: Makmun Hidayat

BEKASI — Budayawan Bekasi, Jawa Barat, menyerukan penguatan kampung melalui kearifan lokal (local wisdom) atau kebiasaan-kebiasaan adiluhung yang dibangun atas tradisi-tradisi luhur yang diwariskan secara turun-temurun.

“Hanya itu yang bisa dilakukan sekarang di tengah pandemi covid-19 yang meluluhlantak hampir seluruh sendiri di Tanah Air. Penguatan kampung melalui budaya leluhur bisa dihidupkan kembali agar bersosialisasi dan konsilidasi,” ungkap Komaruddin Ibnu Mikam, Sekretaris Dewan Kebudayaan Bekasi, kepada Cendana News, Minggu (11/7/2021).

Dikatakan bagaimana kampung-kampung mampu menyolidkan diri dalam menghadapi situasi seperti sekarang. Hal tersebut dimaksud menjadikan kampung lebih sehat lebih terjaga dan terjamin keamanannya dari aksi kriminalitas di tengah serba kesulitan yang terjadi akibat pandemi Covid-19.

Menurutnya, penguatan kampung bisa konsolidasi antarwarga kampung, konsolidasi bermakna sosialisasi dan penguatan jaring-jaring sosial. Sehingga masing-masing warga di kampung itu terikat satu sama lain, dan saling bergandeng tangan bahu membahu membahu menghadapi pandemi.

“Penguatan masing-masing kampung dalam menghadapi masalah bersama sehingga kekuatan sosial bisa terjadi satu sama lain saling mengisi dan saling menguatkan,” tegasnya.

Sehingga lanjutnya ke depan tidak ada lagi yang stres, warga kampung tidak merasa termarjinalisasi karena tidak punya duit, bokek lalu menyendiri karena dianggap sudah positif Covid-19. Begitupun mereka yang menjalani isoman bisa terjamin.

“Kondisi saat ini, tidak harus mengandalkan kekuatan negara. Tetapi kekuatan masyarakat sipil yang bahu membahu saling tolong menolong, bagaimana warga menghadapi masa sulit ini bisa dikuatkan bersama-sama,” jelasnya.

Seperti apa, paparnya, bagaimana tradisi nanam kangkung, cabai di rumah tidak lagi menjadi sesuatu yang memalukan tetapi mereka merasa enjoy. Tradisi kampung nanam cabai, bawang, bisa terlaksanakan bersinergi yang punya duit beli bibit, nanti ketika hasil bisa berbagi.

Ia ingin melihat ketika satu kompleks atau kampung melakukan lockdown lingkungannya akibat dikatakan zona merah, maka ada gotong royong terjadi semua makanan dan kebutuhan warga di lingkungan itu bisa dipenuhi secara bersama-sama saling peduli.

“Ayo kembalikan lokal genius atau kekuatan lokal yang diwarisi karena beberapa orang bertestimoni mereka bisa sehat hanya dengan menjaga imun tubuh melalui rebusan daun sirsak sebagai salah satu budaya leluhur dalam menjaga kesehatan diri,” pungkasnya.

Lihat juga...