Harga Daging Sapi di Aceh Rp170 Ribu per Kilogram

BANDA ACEH  – Harga daging sapi pada perayaan meugang menjelang hari raya Iduladha 1442 Hijriah atau 2021 Masehi di sejumlah daerah di Provinsi Aceh mencapai Rp170 ribu per kilogram.

“Hari ini harga daging meugang Rp170 ribu per kilogram. Besok bisa turun dan bisa naik, tergantung persediaan dan permintaan di pasaran,” kata Nurdin, pedagang daging, di Idi Cut, Aceh Timur, Minggu.

Meugang merupakan tradisi penyembelihan hewan ternak menjelang hari raya, baik Idulfitri maupun Iduladha atau dikenal lebaran haji maupun hari raya kurban. Meugang juga dirayakan menjelang bulan suci Ramadan.

Nurdin mengatakan harga daging meugang meningkatkan berkisar Rp10 ribu hingga Rp20 ribu per kilogram. Kendati harga naik, permintaan atau masyarakat yang membeli daing juga ikut naik

Muslim, warga Idi Cut, Aceh Timur, mengatakan walau tidak banyak, dirinya tetap membeli daging setiap meugang. Perayaan meugang di Aceh Timur berlangsung dua hari menjelang Iduladha.

“Kami ke pasar sejak pagi dan rela mengantre demi mendapatkan daging. Kami hanya membeli sekilo karena besok beli lagi walaupun hanya sekilo,” kata Muslem.

Sementara itu, kenaikan harga daging saat tradisi meugang juga terjadi di Kota Banda Aceh. Harga daging meugang di ibu kota Provinsi Aceh tersebut naik hingga Rp160 ribu per kilogram.

“Kalau hari biasa, harga daging sapi berkisar Rp130 ribu hingga Rp140 ribu per kilogram. Namun kini hingga Rp160 ribu per kilogram,” Hanafiah, pedagang daging di kawasan Lamjame, Kota Banda Aceh.

Fendi, pedagang daging di kawasan Beurawe, Kota Banda Aceh, mengatakan kendati harga naik, namun permintaan terhadap daging sapi untuk kebutuhan menjelang Iduladha menurun dari lebaran tahun sebelumnya.

“Sekarang lagi sepi pembeli. Kami berharap pembeli meningkat saat hari meugang kedua besok. Kalau harga, terjadi kenaikan dari hari biasa. harga sekarang berkisar Rp150 ribu hingga Rp160 ribu per kilogram,” kata Fendi.

Pedagang daging musiman menjamur saat tradisi meugang. Di Kabupaten Aceh Besar, pedagang daging dadakan muncul di kawasan Keutapang, Lambaro, dan Peukan Bada selain Pasar Induk Lambaro.

Sedangkan di Kota Banda Aceh, pedagang daging sapi maupun kerbau dadakan tersebar di Beurawe, Lamjamee, Pasar Pagi Ateuk Pahlawan, serta beberapa titik lainnya. (Ant)

Lihat juga...