Harga Sayuran dan Buah di Banyumas Mulai Naik

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

PURWOKERTO — Harga sayuran serta buah-buahan di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Banyumas mulai mengalami kenaikan sebagai dampak penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat. Mengingat pasokan menjadi sedikit terhambat serta adanya pembatasan jam operasional pasar tradisional.

Hampir semua jenis sayuran serta kebutuhan bumbu dapur mengalami kenaikan. Mulai dari cabai, wortel, kubis, buncis, kentang, daun bawang, bawang merah, bawang putih dan lain-lain. Para pedagang mengatakan, kenaikan harga sudah dari suplayer, sehingga mereka tidak bisa berbuat apa-apa.

“Sudah dari sananya harga naik, jadi kita mengikuti saja, karena memang pasokan terbatas, sebab ada pembatasan jam operasional serta banyak jalan-jalan yang ditutup,” kata salah satu pedagang sayur di Pasar Wage Purwokerto, Widarti, Selasa (13/7/2021).

Harga wortel misalnya, sekarang sudah menembus Rp72.000 per kilogram, kemudian harga kentang yang biasanya hanya Rp14.000 per kilogram, sekarang sudah naik menjadi Rp19.000 per kilogram, harga daun bawang dari Rp14.000 per kilogram naik menjadi Rp16.000 per kilogram. Harga cabai juga ikut naik, dari Rp40.000 per kilogram menjadi Rp60.000.

Menurut Widarti, pembatasan jam operasional sangat berdampak terhadap harga sayuran, karena jam berjualan menjadi terbatas dan jika tidak habis terjual, maka sayuran terpaksa dibuang, karena layu ataupun membusuk. Sementara di Pasar Wage Purwokerto, jam operasional pasar hanya dibatasi hingga pukul 14.00 WIB. Padahal sebagai salah satu pasar tradisional terbesar di Kabupaten Banyumas, Pasar Wage biasanya beroperasi hingga 24 jam.

“Malam hari hingga pagi biasanya banyak suplayer sayur datang, tetapi sekarang terbatas, karena ada PPKM darurat itu,” tuturnya.

Widarti mengaku, beberapa pembeli sempat protes akibat kenaikan harga sayuran di tengah sulitnya ekonomi. Namun, jika tidak menaikkan harga, maka ia yang akan merugi.

“Hampir semua pembeli protes, terutama yang belanja untuk keperluan warung makan, sebab jualan mereka juga sepi karena dilarang melayani makan di tempat, ditambah lagi harga-harga naik semua,” katanya.

Selain sayuran, harga buah-buahan juga mengalami kenaikan. Buah melon misalnya, dari harga normal Rp10.000 per kilogram, sekarang sudah mencapai Rp14.000 per kilogram. Harga jeruk yang kemarin sempat turun hingga Rp8.000 per kilogram, sekarang naik kembali menjadi Rp18.000 per kilogram.

Salah satu penjual buah, Slamet mengatakan, kenaikan harga buah sudah terjadi sejak awal pemberlakuan PPKM darurat, karena beberapa pemasok dari luar kota memilih untuk berhenti memasok buah.

“Banyak pasokan buah dari luar kota yang berhenti, mereka khawatir di jalan nanti disuruh putar balik oleh petugas atau harus menunjukan surat keterangan sudah swab tes dan persyaratan lainnya, sehingga harga buah naik,” tuturnya.

Lihat juga...