Hujan Lebat Melanda Kota Ambon, Talud Penahan Jembatan Halong Longsor

Talud penahan jembatan Air Besar di Desa Holong, Kecamatan Baguala, yang longsor, Minggu (11/7/2021) - Foto Ant

AMBON – Hujan lebat yang mengguyur Kota Ambon dan sekitarnya, dalam dua hari terakhir, menyebabkan talud penahan jembatan Air Besar di Desa Holong, Kecamatan Baguala, longsor dan ambruk, Minggu (11/7/2021).

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Provinsi Maluku, Hendri Far-Far menyebut, talud penahan jembatan sudah ambruk dan roboh pada pukul 05.00 WIT. “Tembok penahan jembatan roboh dan menghantam bagian samping satu rumah warga, yang berada di bawahnya,” katanya, Minggu (11/7/2021).

Hendri, yang turun meninjau langsung lokasi kejadian menjelaskan, robohnya talud penahan membuat bagian bawah jembatan bolong. Hal itu membahayakan kendaraan yang melintas di atasnya. Jembatan air besar, yang terletak berdekatan dengan Markas Komando Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) IX Ambon di Desa Halong, merupakan akses utama yang menghubungkan pusat Kota Ambon dengan sejumlah desa di kecamatan Baguala.

Kondisi jembatan, saat ini sangat riskan dan memprihatinkan. Terlebih jika dilewati kendaraan berkapasitas besar, seperti truk dan mobil kontainer. Hal itu disebutnya, telah dikoordinasikan dengan Kepala Balai Jalan nasional (BPJN) Wilayah Maluku, serta kepala Dinas PU Maluku, Muhammad Marasabessy. Diharapkan dapat segera dilakukan langkah penanganan darurat.

“Saya sudah minta agar pimpinan BPJN dan PU Maluku untuk sesegera mungkin melakukan upaya penanganan darurat, mengingat hujan dengan intensitas tinggi masih terus terjadi dan berdampak terhadap keselamatan warga maupun para pengguna jalan,” ujarnya.

Sementara itu, Dinas Perhubungan Maluku dan Kota Ambon, diminta untuk mengatur arus lalu lintas yang melewati jembatan tersebut, sehingga tidak membebani kondisi jembatan yang terancam ambruk. “Kondisi jembatan saat ini sangat memprihatinkan, sehingga dimohon pihak terkait segera melakukan tindakan cepat untuk mengantisipasi kemungkinan lain yang dapat terjadi dan membahayakan keselamatan warga maupun para pengguna kendaraan yang melewatinya,” katanya.

Sementara untuk kendaraan ukuran besar seperti truk dan mobil kontainer, diminta untuk sementara waktu tidak melewati jembatan tersebut. Mereka dapat mengambil rute melalui Jembatan Merah Putih (JMP). Hendri menyebut, hujan lebat yang masih terus mengguyur, menyebabkan air meluap dan menggenangi rumah warga dan ruas jalan di Desa Waiheru. Genangan air terjadi setinggi lutut orang dewasa.

Begitupun di perempatan Desa Poka-Rumah Tiga, Kecamatan Teluk Ambon, yang berdekatan dengan JMP, juga digenangi air setinggi betis orang dewasa. Sementara, ancaman longsor ada di Desa Gagala, bagian belakang. “Karena itu saya mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan terjadi bencana alam, mengingat hujan dengan intensitas tinggi masih terus terjadi,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...