Ini Inovasi ‘Hand Sanitizer’ buatan Mahasiswa UPGRIS

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

SEMARANG – Pandemi covid-19 yang masih belum usai, patut direspons dengan tetap semangat menjalankan ikhtiar. Termasuk dalam penerapan protokol kesehatan. Tidak hanya untuk diri sendiri, namun juga bagi lingkungan sekitar.

Hal tersebut ditunjukkan para mahasiswa Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), dengan membuat cairan pembersih tangan atau hand sanitizer. Para mahasiswa kreatif itu seluruhnya jurusan Pendidikan Biologi UPGRIS, terdiri dari Sajati, Bekti Suryanto, Risqi Ramayanti, dibantu alumni, Khoirul Marom serta Siti Musapana.

Menariknya, hand sanitizer yang mereka produksi tersebut, tidak hanya digunakan untuk kalangan sendiri, namun juga didistribusikan untuk kepentingan sosial, khususnya untuk para pedagang di pasar tradisional.

“Cairan pembersih tangan buatan yang kita buat, terdiri dari dua jenis yakni spray dan gel. Untuk yang spray, bahannya adalah alkohol, H202, gliserol, essential oil, dan aquades. Sedangkan gel, yaitu aquades, H202, gliserin, pengental atau carbomer, alkohol, dan essential oil,” papar perwakilan mahasiswa, Sajati, di sela-sela proses pembuatan hand sanitizer di Laboratorium Biologi UPGRIS, kampus I Sidodadi Semarang, Kamis (29/7/2021).

Dipaparkan, mereka sudah memproduksi hand sanitizer sendiri sejak awal pandemi berlangsung. Hal tersebut dilakukan, karena mereka ingin ikut serta mencegah penyebaran Covid-19.

“Kita produksi tidak hanya untuk memenuhi kalangan sendiri, namun juga lembaga, perusahaan, dan juga untuk kepentingan aksi sosial. Termasuk kita bagikan kepada para pedagang tradisional, khususnya di Kota Semarang,” terangnya.

Dipaparkan, aksi pembagian hand sanitizer tersebut juga menjadi bagian dari edukasi yang mereka lakukan, terkait penerapan protokol kesehatan dalam pencegahan penyebaran covid-19.

Sementara, Kepala Laboratorium Biologi UPGRIS, Dr. Muhammad Syaipul Hayat, menuturkan, pihaknya mendukung penuh mahasiswa untuk membuat cairan pembersih tangan.

Kepala Laboratorium Biologi UPGRIS, Dr. Muhammad Syaipul Hayat (kiri), bersama tim mahasiswa, menunjukkan hand sanitizer yang berhasil mereka buat, di laboratorium kampus tersebut, Kamis (29/7/2021). Foto:  Dok. Pemprov Jateng

“Hal itu merupakan kepedulian mahasiswa di tengah pandemi seperti sekarang. Selain juga menjadi praktik mata perkuliahan dalam membuat cairan hand sanitizer,” terangnya.

Syaipul menjelaskan dari produksi hand sanitizer UPGRIS juga mendapat respons positif  masyarakat. Hal ini terbukti dari tingginya permintaan produk tersebut.

“Alhamdulilah, dari awal produksi awalnya sekitar 70-100 liter per bulan. Belakangan dengan adanya kegiatan PPKM darurat itu membuat masyarakat semakin memproteksi diri dan permintaan makin tinggi. Produksinya sekarang 200-300 liter per bulan,” kata Syaipul.

Ditandaskan, tidak seluruhnya hasil produksi tersebut dijual kepada konsumen, namun juga dibagikan gratis sebagai bentuk aksi sosial kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Jadi pembuatan hand sanitizer atau cairan pembersih tangan ini, selain menumbuhkan semangat berwirausaha mahasiswa, juga memupuk jiwa sosial,” pungkasnya.

Termasuk, ikut serta dalam kegiatan sosial yang akan digelar Jumat (30/7/2021). Hal tersebut juga untuk merespons ajakan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, agar para mahasiswa untuk terlibat dalam penanganan pandemi Covid-19.

Lihat juga...