Ini Kunci Keberhasilan Budi Daya Tanaman Hias Begonia

Editor: Maha Deva

Keunikan warna dan bentuk daun, menjadi daya tarik tanaman hias begonia - Foto Arixc Ardana

SEMARANG – Bentuk daun yang unik dan bervariasi, menjadi daya tarik utama tanaman hias begonia. Sementara, perawatan tanaman tersebut yang relatif mudah, semakin menjadikannya primadona bagi pecinta tanaman hias.

“Daya tarik utama begonia, terletak pada bentuk dan warna daun, yang beragam. Mulai dari oval, bulat, hingga berbentuk menjari. Warnanya-pun bermacam-macam, merah, silver, hitam atau hijau, atau campuran beragam warna ada di dalam satu helai daun,” papar penggemar tanaman hias, Indra, saat ditemui di rumahnya, di Semarang, Sabtu (31/7/2021).

Selain memiliki tampilan yang dapat menambah estetika, tanaman hias tersebut juga sangat mudah ditanam dan dirawat. Itu sebabnya, begonia banyak digemari. “Termasuk bagi yang ingin membudidayakan begonia, juga relatif mudah. Khususnya dengan cara stek daun atau batang,” terangnya.

Untuk perbanyakan dengan metode tersebut, diawali dengan memilih daun atau batang yang sudah tua atau cukup umur. Paling mudah, dengan mengambil daun paling bawah. “Ambil daun yang sudah tua, kemudian potong mengikuti mata daun atau urat daun. Selanjutnya, siapkan media tanam berupa sekam dan humus, dengan perbandingan satu berbanding satu, jangan lupa media tanam disemprot air terlebih dulu agar lembab,” imbuhnya.

Langkah selanjutnya, cukup tancapkan daun begonia yang sudah dipotong kedalam media tanam. “Simpan ditempat yang teduh, tidak terkena sinar matahari secara langsung. Ini kuncinya, sebab jika terpapar langsung, daun akan kering dan mati, sebab syarat begonia harus memiliki media tanam yang lembab,” terangnya.

Demikian juga dengan cara stek batang, langkah sama harus dilakukan. “Penentuan penggunaan stek batang atau daun, tergantung dari jenis begonia yang akan diperbanyak atau dibudidayakan,” lanjutnya.

Selama menunggu keluar tunas baru, media tanam harus dijaga kelembabannya. Caranya cukup dengan menyiram menggunakan sprayer atau penyemprot air manual. “Tempatkan setinggan spray kebagian yang paling besar, sehingga saat disemprotkan air yang keluar menyebar,” tandasnya.

Penggemar tanaman hias, Indra, menunjukkan cara stek daun pada perbanyakan begonia, saat ditemui di rumahnya, di Semarang, Sabtu (31/7/2021) –  Foto Arixc Ardana

Hal senada juga disampaikan Indri Hapsari, penggemar begonia lainnya. Agar tingkat keberhasilannya tinggi, budi daya begonia harus diawalil dengan memilih indukan yang sehat dan berkualitas. “Setelah ditanam, letakkan pot di tempat teduh dan terhindar dari sinar matahari langsung. Namun kondisi media tanam jangan terlalu lembab, sebab bisa menyebabkan pembusukkan. Semprot air tipis-tipis jika tanahnya terlihat sudah kering. Umumnya, akar akan keluar setelah 1 sampai 4 minggu,” jelasnya.

Penggunaan media tanam menjadi penting, karena berpengaruh pada perkembangan akar. Untuk memudahkan, Indri mengaku menggunakan pasir malang, sebagai media tanam. “Media ini sifatnya porous, jadi air langsung mengalir, tidak seperti tanah yang lembab dan menyimpan air, sehingga cocok untuk begonia. Selain itu, dengan pasir malang juga memudahkan pencabutan akar, saat nanti dipindahkan ke pot yang lebih besar,” pungkas Indri.

Lihat juga...