Ini Modus Baru Penyelundup Rokok Ilegal di Jateng

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

SEMARANG – Pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) rupanya tidak mengurangi niat penyelundup rokok ilegal, dalam menjalankan aksinya. Beragam modus pun dilakukan untuk mengelabui petugas.

Termasuk menyelundupkan barang terlarang tersebut, dengan cara menyembunyikan dalam truk pengangkut mobil ambulance.

“Ratusan ribu batang rokok tanpa pita cukai, berhasil diamankan tim gabungan Bea Cukai Kanwil Jateng DIY dan Bea Cukai Tegal pada Sabtu, 24 Juli 2021 di Gerbang Tol Adiwerna, Kleben, Gembong Kulon, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Pelaku nekat menyamarkan rokok tersebut di atas truk yang memuat mobil ambulance rusak,” papar Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan Kanwil Bea Cukai Jateng – DIY, Moch Arif Setijo Nugroho di Semarang, Minggu (25/7/2021) petang.

Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan Kanwil Bea Cukai Jateng – DIY, Moch Arif Setijo Nugroho saat dihubungi di Semarang, Minggu (25/7/2021) petang. Foto: Arixc Ardana

Belum diketahui pasti kronologinya sampai ambulance tersebut, diangkut truk yang juga membawa rokok ilegal. Pihaknya akan meneliti lebih lanjut termasuk atas pengakuan sopir truk yang berhasil diamankan.

“Bisa jadi ini modus baru dari para penyelundup, untuk mencoba mengelabui petugas. Sebelumnya, ambulance yang diangkut tersebut mengalami kecelakaan di Sampang, Madura pada Rabu dini hari (21/7/2021). Mobil yang diduga mengalami pecah ban tersebut, pada saat kecelakaan membawa jenazah dari Jakarta,” terangnya.

Arif menerangkan, kronologi penindakan berawal dari informasi yang menyebutkan ada truk yang membawa rokok diduga ilegal, yang akan melintas wilayah Jawa Tengah.

“Kami bentuk dua tim, dari Kanwil Bea Cukai Jateng DIY bertugas melakukan pemantauan di ruas Jalan Tol Semarang-Pemalang, sementara tim Bea Cukai Tegal di ruas Tol Pemalang-Brebes,” lanjutnya.

Dari pengawasan di lapangan, pada Sabtu (24/7/2021), sekitar pukul 13.15 WIB, tim mendapati truk target dan melakukan pengejaran, pembuntutan. Truk akhirnya diberhentikan dan diperiksa saat di gerbang tol Adiwerna, Tegal, Jateng.

“Awalnya petugas ragu karena ketika dibuka yang kelihatan adalah ambulance. Tapi setelah diperiksa lagi, ternyata juga memuat rokok tanpa pita cukai. Rokok ilegal yang merugikan negara dan masyarakat. Pelaku sengaja mengelabui petugas dengan mengangkut rokok polos tersebut bersama muatan ambulance. Mereka mungkin berharap dengan cara tersebut saat PPKM akan aman dari petugas,” tegas Arif.

Sementara, Kabid Fasilitas Kepabeanan dan Cukai Kanwil Bea Cukai Jateng DIY, Amin Tri Sobri menambahkan, setelah dilakukan pemeriksaan, barang hasil penindakan beserta sopir kemudian dibawa ke Kanwil Bea Cukai Jateng DIY, untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Dari hasil pencacahan, kita berhasil mendapatkan sebanyak 14 karton rokok polos dengan jumlah 224.000 batang. Rokok tersebut berjenis Sigaret Kretek Mesin (SKM) berbagai merek dengan nilai barang mencapai Rp228,5 juta. Potensi kerugian negara yang berhasil diamankan diperkirakan mencapai Rp150,1 juta yang terdiri atas cukai, PPN HT dan pajak rokok,” terangnya.

Atas tindakan tersebut, pelaku peredaran rokok ilegal dapat dijerat dengan Pasal 54 Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai.

“Setiap orang yang menawarkan, menyerahkan, menjual, atau menyediakan untuk dijual barang kena cukai, yang tidak dilekati pita cukai atau tidak dibubuhi tanda pelunasan cukai lainnya, dapat dipidana dengan pidana penjara singkat satu tahun dan atau paling sedikit dua kali nilai cukai yang seharusnya dibayar,” terangnya.

Pihaknya pun mengingatkan, agar para pelaku penyelundupan untuk tidak mencuri-curi kesempatan dalam melakukan aksinya. “Kita pastikan meski saat ini masih penerapan PPKM, namun pengawasan tetap kita lakukan dengan sebagaimana mestinya. Tidak ada kelonggaran,” pungkasnya.

Lihat juga...