Ini Waktu Tepat untuk Ganti Media dan Pot pada Tanaman Hias

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

SEMARANG — Penggunaan media tanam yang tepat pada budidaya dalam pot, berperan penting dalam menjaga kebutuhan nutrisi pada tanaman hias. Namun seiring berjalannya waktu, media tanam tersebut bisa menjadi jenuh, keras, dan tidak bisa menampung air maupun nutrisi yang dibutuhkan tanaman.

Jika sudah demikian, menjadi waktu yang tepat, untuk segera mengganti media tanam yang digunakan. Jika tidak, tanaman terancam kekurangan nutrisi, hingga penyakit akar busuk, karena air tidak dapat mengalir dengan baik.

“Pada prinsipnya, media tanam itu berfungsi untuk memberikan nutrisi pada tanaman. Namun ketersediaan ini, ya dibatasi seukuran pot yang digunakan, sehingga perlu kita lakukan perawatan, termasuk pemberian pupuk dan lainnya,” papar petani sekaligus pedagang tanaman hias, Sartono, saat ditemui di lapak miliknya, di kawasan Tembalang Semarang, Senin (12/7/2021).

Namun ketika ukuran tanaman semakin besar, atau terjadi kendala pada pertumbuhannya, proses penggantian media tanam hingga pot perlu dilakukan. “Misalnya menanam monstera, ini termasuk tanaman yang ukuran besar, sehingga seiring waktu dengan pertumbuhan yang semakin besar, maka perlu dilakukan penggantian,” terangnya.

Bisa juga jika terjadi kendala dalam proses pertumbuhannya, misalnya tanaman menjadi kerdil, layu atau daun menguning. “Ini bisa ada beberapa faktor penyebabnya, mulai dari kekurangan nutrisi sehingga tanaman kerdil, hingga terjadi over watering atau penyiraman secara berlebihan sehingga air tidak bisa mengalir dengan lancar. Akibatnya media tanam terus terusan basah dan berakibat pada pembusukan akar tanaman,” lanjutnya.

Langkah yang perlu dilakukan, dengan cara segera mengganti media tanam. “Gunakan media tanam yang bersifat porous, artinya air langsung mengalir keluar dari pot saat disiramkan. Kelebihannya cara ini, sirkulasi udara dan air terjaga sehingga akar tidak busuk. Bisa menggunakan campuran tanah, sekam padi, pupuk kandang, dengan perbandingan 1:2:2,” ungkap Tono, panggilan akrabnya.

Perlu diingat, setiap tanaman yang selesai diganti media tanam, untuk sementara dihindarkan terlebih dulu dari sengatan sinar matahari secara langsung. Hal ini perlu dilakukan, karena tanaman tidak layu karena masih beradaptasi dengan media tanam yang baru.

Sementara, dalam proses penggantian pot, gunakan ukuran yang lebih besar dari sebelumnya. Hal ini dilakukan agar pertumbuhan akar tanaman bisa lebih leluasa dan lebih banyak.

Semakin besar ukuran pot, semakin banyak media tanam yang digunakan maka akan berbanding lurus dengan ketersediaan unsur hara atau nutrisi, yang dibutuhkan tanaman.

“Perlu diperhatikan, dalam proses repotting atau pergantian pot ini, jaga agar akar tanaman tidak sampai rusak. Jangan lupa dicek, jika ada akar yang busuk atau rusak, lebih baik dipotong, sehingga diharapkan nantinya bisa tumbuh akar baru,” tandasnya.

Sementara, penggemar tanaman hias, Andre, saat ditemui di lokasi yang sama, mengaku dirinya sempat mengalami kendala terkait perawatan tanaman monstera miliknya.

“Daunnya banyak yang menguning, setelah saya bawa kesini dan dicek, ternyata akarnya mengalami pembusukan, karena terlalu sering disiram. Jalan satu-satunya, dilakukan pemangkasan pada akar yang sudah busuk dan mengganti media tanam,” terangnya.

Dijelaskan untuk media tanam baru, dirinya mengaku menggunakan sekam padi, pasir malang dan pupuk kandang. “Ini dilakukan agar sirkulasi udara dan air dalam pot bisa optimal, sehingga tanaman bisa tumbuh secara maksimal,” pungkasnya.

Lihat juga...