Jabar Tiadakan PTM Selama PPKM Darurat

Editor: Koko Triarko

BEKASI – Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, memastikan tidak ada kegiatan pembelajaran tatap muka (TPM) di wilayahnya, seiring dengan penetapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat mulai tanggal 3-20 Juli 2021.

“Semua kegiatan belajar mengajar menyambut tahun ajaran baru 2021/2022 di seluruh wilayah Jawa Barat kembali digelar secara daring, sampai batas waktu yang belum ditentukan,” ungkap Ridwan Kamil, dalam press conference virtual PPKM Darurat diikuti Cendana News, Kamis (1/7/2021).

Ia pun meminta maaf atas ketidaknyamanan dari kebijakan yang diterapkan oleh Pemintah Jawa Barat. Hal ini tidak lain untuk menjaga kesehatan dan upaya mencegah Covid-19 yang kian menanjak di wilayah Jawa Barat.

“Permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Jabar 27 kota/Kabupaten, karena akan mengalami situasi kurang menyenangkan dengan diterapkan kembali PPKM Darurat, imbasnya juga ke pendidikan, seperti PTM kembali ditunda,” ujar Kang Emil.

Menurutnya, saat ini di wilayah Jawa Barat sudah menyebar virus varian delta yang memiliki daya tular 10 kali lipat lebih cepat. Dan, ini sudah hampir merata penyebarannya hingga sangat mengkhawatirkan.

Temuan itu merupakan hasil genome sequencing oleh para peneliti di Jabar. Daerah tersebut, antara lain, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Kuningan, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Karawang, Kabupaten Subang, Kota Bandung dan Kota Depok.

Tertinggi Jawa Barat yang kena varian delta adalah warga usia muda. Meski demikian, tingkat fatalitasnya cenderung kecil jika diimbangi dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat. Varian Delta, kata Emil, banyak menyasar warga usia muda. Untuk itu, cara satu satunya dengan menerapkan prokes ketat.

Sementara itu Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Rhuzhanul Ulum, menambahkan bahwa telah mengajak banyak pihak untuk mensosialisasikan protokol kesehatan, terutama pengurus masjid, mubaligh dan kiai di Jabar.

Ia menekankan agar mubaligh, DMI bisa ikut mensosialisasikan di tengah masyarakat terkait protokol kesehatan di masa PPKM Darurat.

“Situasi sekarang sangat memprihatinkan, perlu campur tangan semua pihak untuk mengedukasi, dan saling mengingatkan pentingnya menerapkan protokol kesehatan,” tegasnya.

Lihat juga...