Jual Produk Organik, Kedai Mai Sai di Maumere Mulai Diserbu Pembeli

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

MAUMERE — Kedai Mai Sai yang belum sebulan dibuka di Kota Maumere Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) mulai diserbu pembeli. Hal tersebut dikarenakan menjual aneka minuman tradisional maupun sayuran, buah-buahan, serta pangan organik.

Gabriela Venensia Wae, penjaga di Kedai Mai Sai, Maumere, Kabupaten Sikka, NTT saat ditemui di tempat usahanya di Kelurahan Kota Uneng, samping Gereja Katedral Maumere, Selasa (13/7/2021). Foto : Ebed de Rosary

“Pembeli mulai banyak yang datang berbelanja di tempat kami meski belum sebulan kedai ini dibuka,” sebut Gabriela Venensia Wae,penjaga di Kedai Mai Sai, Maumere,Kabupaten Sikka, NTT saat ditemui di tempat usahanya di Kelurahan Kota Uneng, samping Gereja Katedral Maumere, Selasa (13/7/2021).

Dikatakan, kedainya mulai buka pukul 8 pagi hingga 8 malam dan juga menyediakan layanan delivery dalam sehari mendapatkan omset hingga Rp1 juta.

“Dalam sehari kami bisa meraup pendapatan hingga Rp1 juta. Semua sayuran dan buah-buahan yang dijual di Kedai Mai Sai semuanya dari bahan pangan organik,” tuturnya.

Nansi menguraikan, yang paling banyak dibeli yakni sayuran seperti sawi pakcoy, paria, wortel, tomat serta aneka bumbu masak serta memesan aneka minuman kopi asli Flores.

Disebutkan, sayuran dan aneka bumbu dapur dijual paling murah Rp5 ribu dan paling mahal Rp10 ribu pe rikat atau per kemasan.

Sementara buah-buahan seperti pisang, pepaya dan jambu air dijual seharga Rp5 ribu hingga Rp16 ribu per buah atau per kemasan.

“Kami juga mempunyai grup whatsapp bagi para pelanggan sehingga setiap hari kami selalu posting aneka sayuran, buah-buahan dan lainnya. Kalau ada yang tertarik dan membeli maka kami akan mengantarnya,” sebutnya.

Sementara itu Direktur Operasional PT. Langit Laut Biru selaku pengelola Kedai Mai Sai, A. Dian Setiati mengakui mendapatkan suplai aneka sayuran dan buah-buahan dari para petani binaan Caritas Keuskupan Maumere.

Dian mengakui, pihaknya harus memastikan semua sayuran dan buah-buahan yang dikirim petani dan dijual di kedai Mai Sai harus benar-benar produk organik, sehingga tidak merugikan pelanggan.

“Untuk sementara waktu kami masih menerima pasokan sayuran dan buah-buahan serta aneka makanan dan minuman yang dijual harus benar-benar organik. Kami tidak menerima pasokan dari tempat lain selain petani binaan Caritas Keuskupan Maumere,” ucapnya.

Dian tambahkan, setiap pembeli yang datang berbelanja disiapkan wadah untuk menampung barang belanjaan yang dianyam dari daun kelapa atau rotan sehingga benar-benar berasal dari bahan alam.

Lihat juga...