Kacang Nasi Campur Beras, Pangan Lokal ala Sikka

Editor: Makmun Hidayat

MAUMERE – Kacang nasi atau wuek dalam bahasa Sikka biasa dijumpai dijual para pedagang dari desa di pasar tradisional yang tersebar di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) karena sering dicampur dengan beras saat hendak dikonsumsi sehari-hari.

“Kami biasa menyantap nasi yang dicampur dengan kacang nasi sehingga nasinya menjadi berwarna merah atau hitam,” sebut Maria W.Parera, warga Kelurahan Wairotang, Kota Maumere, Kabupaten Sikka, saat ditemui di rumahnya, Sabtu (3/7/2021).

Maria mengatakan, kacang nasi atau wuek (bahasa Sikka) ada beberapa jenis baik yang berwarna hitam maupun merah dengan ukuran yang juga beragam.

Maria W. Parera saat ditemui di rumahnya, Sabtu (3/7/2021). -Foto: Ebed de Rosary

Ia menyebutkan, ada kacang nasi yang ukurannya lebih besar sedikit dari kacang hijau namun ada juga yang besarnya bisa 3 kali lipat dari kacang hijau.

Untuk dimasak dan dicampur dengan beras sebutnya, pertama-tama cuci kacang nasi hingga bersih lalu rebus hingga setengah matang lalu angkat dan dinginkan.

“Masak beras yang sudah dicuci bersih di penanak nasi hingga setengah matang lalu masukan kacang nasi yang sebelumnya telah direbus. Aduk kacang nasi dan beras tersebut hingga merata dan biarkan hingga matang,” ucapnya.

Maria mengaku,bila mencampur kacang nasi dengan beras maka nasinya akan berwarna sesuai dengan warna dari kacang nasi berupa warna merah maupun kehitaman.

Rasa nasinya pun kata dia akan lebih enak sehingga banyak warga di Kabupaten Sikka selalu memakan nasi yang dicampur dengan kacang nasi maupun dengan jagung giling.

“Banyak yang makan nasi dicampur dengan kacang nasi atau jagung giling. Kalau dicampur dengan jagung, nasinya agak keras sementara dengan kacang nasi akan membuat nasi menjadi lembek dan lebih enak disantap,” ucapnya.

Penanggung jawab Kedai Mai Sai milik PT. Langit Laut Biru, Keuskupan Maumere, A. Dian Setiati mengakui,kedainya menyediakan aneka pangan lokal termasuk kacang nasi beraneka warna dan jenis.

Dian menyebutkan, penjualan kacang nasi pun lumayan bagus karena warga Kabupaten Sikka sudah terbiasa mengonsumsinya dan kacang nasi yang dijual pun ditanam tanpa bahan kimia atau organik.

“Saya juga lebih suka makan nasi dicampur dengan kacang-kacangan termasuk kacang nasi lokal. Rasa nasinya lebih enak dibandingkan dengan nasi putih saja yang diolah dariberas dari padi sawah,” ungkapnya.

Lihat juga...