Karang di Teluk Maumere Alami Kerusakan Parah

Editor: Makmun Hidayat

MAUMERE — Perairan di Teluk Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) banyak yang mengalami kerusakan parah akibat aksi pengeboman ikan serta beberapa aktivitas lainnya oleh masyarakat maupun nelayan.

“Kami waktu lakukan survei, 80 persen terumbu karang di perairan Desa Wairterang,Teluk Maumere mengalami kerusakan parah,” kata Adrianus Ratu, Ketua Maumere Diver Community (MDC), saat ditemui di markas MDC di Wairhubing, Desa Watuliwung, Kecamatan Kangae,  Sikka, Rabu (28/7/2021).

Adrianus menyebutkn, dalam survei yang dilakukan pihaknya diperoleh data berdasarkan penyelaman yang dilakukan hanya 20 persen karang di perairan depan Desa Wairterang, Kecamatan Waigete yang masih baik.

Ia menyebutkan, karang-karang tersebut pun baru tumbuh setelah mengalami kerusakan akibat berbagai aktivitas yang merusak baik oleh nelayan maupun masyarakat pesisir. “Karang-karang ini rusak karena adanya pengeboman ikan dan penggunaan potasium. Selain itu pembuangan jangkar kapal yang membuat karang patah dan hancur,” ucapnya.

Adrianus menambahkan, ada juga aktivitas menyuluh atau mencari ikan di malam hari menggunakan petromak dengan berjalan kaki di dalam air saat air laut surut.

Dia menjelaskan, biasanya saat berjalan orang sering menginjak karang dan membuat karang patah. Lanjutnya, kerusakan karang diperkirakan berlangsung belasan tahun sebelumnya sebab karang yang patah tersebut terlihat sudah berwarna kehitaman dan berlumut.

Penasihat MDC Sikka, Yohanes Saleh saat ditemui di kantor MDC di Desa Watuliwung, Kecamatan Kangae, Rabu (28/7/2021). -Foto : Ebed de Rosary

“Kami menemukan ada dua jenis karang di perairan ini yang baru tumbuh yakni jenis Acropora hyacinthus dengan sangkar burung. Dari hasil survei yang kami lihat diketahui bahwa ada dua jenis terumbu karang yang baru bertumbuh setelah mengalami kerusakan,” terangnya.

Sementara itu Penasihat Maumere Diver Community, Yohanes Saleh menyebutkan, aktivitas pengrusakan terumbu karang terutama pengeboman ikan masih saja berlangsung.

Hans sapaannya mengharapkan agar ada upaya ekstra agar kebiasaan merusak ekosistem laut ini bisa berhenti dan benar-benar hilang agar terumbu karang bisa bertumbuh.

Ia sesalkan, seharusnya Teluk Maumere yang berstatus Taman Wisata Alam Laut (TWAL) harus bebas dari aktivitas pengeboman ikan dan aktivitas lainnya yang merusak terumbu karang.

“Teluk Maumere terkenal karena alam bawah lautnya yang tergolong indah namun aktivitas pengeboman membuat banyak terumbu karang di pesisir yang mengalami kerusakan,” ungkapnya.

Lihat juga...