Karena Pandemi COVID-19, Transaksi Non Tunai di Sumut Meningkat

Kepala Perwakilan BI Sumut, Soekowardojo, saat berbicara di acara Bincang-Bincang Media secara virtual di Medan, Senin (26/7/2021) - foto Ant

MEDAN – Transaksi non tunai bernilai besar mau pun ritel, yang terjadi di Sumatera Utara (Sumut), masih terus bertumbuh positi. Kondisi tersebut, didorong adanya pandemi COVID-19 dan adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

“Transaksi BI-RTGS pada Juni 2021, mengalami pertumbuhan dari sisi volume sebesar 10,3 persen dan 24,7 persen dari sisi nominal secara YoY (year on year),” ujar Kepala Perwakilan BI Sumut, Soekowardojo, Senin (25/7/2021).

Kondisi serupa juga ditunjukkan oleh transaksi Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI), yang mengalami pertumbuhan 20,2 persen dari sisi nominal.  Sementara itu tercatat, penggunaan uang elektronik di Sumut juga bertumbuh cukup baik. Transaksi uang elektronik pada bulan Juni misalnya, tercatat sebanyak 7,6 juta atau bertumbuh 31 persen secara year on year.

‌Ada pun nominal transaksi transaksi uang elektronik senilai Rp676,8 miliar atau tumbuh sebesar 66,4 persen. ‌”Diyakini transaksi non tunai dan uang elektronik meningkat didorong masih ada pandemi COVID-19 dan PPKM,” katanya.

‌Pandemi COVID-19 dan PPKM, membuat masyarakat memilih menggunakan uang elektronika dan non tunai. Namun demikian Soekowardojo menyebut, setiap tahun kesadaran masyarakat menggunakan uang elektronik dan transaksi non tunai juga semakin meningkat. Peningkatan itu sejalan dengan gaya hidup masyarakat yang semakin praktis dan mempertimbangkan keamanan bertransaksi. (Ant)

 

 

Lihat juga...