Kasus COVID-19 Melonjak, Agenda Mengumpulkan Orang di Sulteng Ditunda

Vaksinasi COVID-19 di kota Ambon (ANTARA)

PALU – Gubernur Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), Rusdy Mastura mengimbau, kegiatan yang memobilisasi atau mengumpulkan orang dalam jumlah besar di daerahnya, ditunda. Hal itu dilakukan, dalam rangka menekan angka penularan COVID-19 di Sulteng, yang terus melonjak sejak beberapa pekan terakhir.

Larangan tersebut ditujukan kepada Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompinda), di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulteng, seluruh bupati dan wali kota, para kepala instansi vertikal di wilayah kerja Sulteng, Kamis (1/7/2021)”Disampaikan kepada para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulteng, pimpinan partai politik, organisasi kemasyarakatan dan profesi,” kata Rusdy.

Imbauan penundaan tersebut, sebagaimana yang tertuang surat imbauan Gubernur Sulteng, No.443/546/DIN.KES. Larangan yang dimaksud, berupa penundaan pelaksana acara yang mengumpulkan orang banyak seperti rapat, sosialisasi, seminar maupun pertemuan luar jaringan (luring) lainnya, pada satu lokasi secara bersamaan.

“Dan imbauan agar lebih meningkatkan kedisiplinan menerapkan protokol kesehatan (prokes) yakni memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, serta membatasi mobilisasi dan interaksi atau 5M,” ujarnya.

Rusdy meminta seluruh lapisan masyarakat, tanpa terkecuali, agar selalu melakukan testing atau pengetesan, tracing atau pelacakan dan treatment atau penanganan (3T) COVID-19. ha itu dibutuhkan, untuk menekan dan memperkecil penularan dan penyebaran virus tersebut. “Imbauan ini berakhir setelah ada perubahan zona dan penurunan angka terkonfimasi COVID-19 di Sulteng,” ucapnya.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Sulteng pada Kamis (1/7/2021), secara kumulatif total warga yang terkonfimasi terpapar COVID-19 mencapai 13.723 orang. Dari jumlah tersebut, 12.763 orang telah dinyatakan sembuh, 404 orang meninggal dunia dan 556 pasien COVID-19 saat ini masih menjalani karantina secara mandiri, maupun di pusat pelayanan kesehatan setempat. (Ant)

Lihat juga...