Kasus Pidana Umum di Kejari Padang Didominasi Perkara Narkoba

Para Kepala Seksi di Kejari Padang saat menggelar jumpa pers di Kantor Kejari Padang, Rabu (21/7/2021) - foto Ant
PADANG – Kejaksaan Negeri Padang, Sumatera Barat (Sumbar), merilis data perkara yang paling banyak ditangani pada semester pertama 2021. Dan penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang (Narkoba), menjadi perkarang yang paling banyak ditangani.

Dari 491 perkara tindak pidana umum yang ditangani kejaksaan periode Januari-Juni 2021, tiga puluh persen di antaranya merupakan perkara penyalahgunaan narkoba. “Kasus narkoba masih menjadi kasus yang paling banyak ditangani, setelah itu kasus pencurian,” kata Kepala Seksi Pidana Umum Kejari Padang, Budi Sastera, Rabu (21/7/2021).

Hal itu disampaikannya, saat menggelar jumpa pers memperingati Hari Bhakti Adhyaksa 2021, didampingi Kepala Seksi Intelijen Roni Saputra, Kepala Seksi Pidana Khusus Therry Gutama, dan kepala seksi lain di Kejari Padang.

Tingginya angka kasus narkotika, disebut-sebut harus menjadi perhatian semua pihak. Diharapkan angkanya bisa ditekan. Jika ditilik dari segi usia, diketahui bahwa para pelaku penyalahguna narkotika berada dalam usia produktif, dan sebahagian merupakan residivis. “Semua pihak terkait harus berperan aktif dalam mencegah dan menghindari penyalahgunaan barang terlarang ini,” katanya.
Budi menegaskan, pihaknya akan memberi tuntutan hukum maksimal, kepada penyalagguna narkoba untuk memberikan efek jera. Dengan catatan, tetap mempertimbangkan jumlah barang bukti kasus, pelaku sudah pernah dihukum sebelumnya (residivis), dan kondisi lain sesuai ketentuan.

Sedangkan untuk fungsi pencegahan, Kejari Padang memiliki program penyuluhan hukum kepada masyarakat dan pelajar. Namun saat ini program tersebut terkendala pandemi COVID-19. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat ikut mengambil peran, dalam mencegah penyalahgunaan serta peredaran narkotika di daerah setempat. “Setidaknya masing-masing dari kita bisa mengawasi orang-orang atau keluarga terdekat, perlu diingat bahwa narkotika banyak menyasar generasi muda,” katanya. (Ant)

Lihat juga...