Kawasan Wisata Penanda Kota, Alternatif Bidikan Pecinta Fotografi

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat bukan jadi penghalang berwisata. Bagi pemburu foto dengan kegiatan hunting objek menarik, alam dan tengara penanda kota jadi alternatif menikmati kota Bandar Lampung.

Laila Komariah, pehobi fotografi otodidak dengan genre lanskap justru mendapat sisi positif atas penyekatan akses jalan di kota Tapis Berseri itu.

Laila Karomah (kiri) memanfaatkan liburan untuk menikmati suasana keindahan Lengkung Langit di Kelurahan Pinang Jaya, Kecamatan Kemiling Bandar Lampung, Minggu (4/4/2021) lalu – Foto: Henk Widi

Laila Komariah bilang lengangnya sejumlah akses jalan protokol justru jadi latar belakang (background) foto.

Memanfaatkan kamera Single Lens Reflect (SLR), smartphone ia bisa mengeksplorasi kota Bandar Lampung. Gangguan visual bagi foto yang kerap mengganggu berupa kendaraan, tenda bahkan terlihat bersih.

Lanskap masjid Agung Al Furqon dan sejumlah tengara (landmark) kota lebih indah secara visual di kamera miliknya.

Polusi udara yang kerap mengganggu imbas kendaraan sebutnya lebih bersih. Ia bahkan menyebut birunya langit Bandar Lampung jadi hal bagus bagi pehobi fotografi.

Sebelumnya ia bisa hunting foto di sejumlah destinasi wisata alam. Saat kendaraan lalu lalang lengang ia bahkan bisa berdiri di tengah Jalan Raden Intan dan mendapat latar belakang gedung Grand Mercure, salah satu bangunan tertinggi di Sumatera.

“Saat bepergian keluar daerah dan objek wisata dibatasi, rekreasi dalam kota mengeksplorasi tengara kota Bandar Lampung yang penuh sejarah dan unik, terutama bangunan bernilai sejarah dan budaya, bisa memperkaya galeri foto sekaligus mengasah skill  fotografi,” terang Laila Komariah saat dikonfirmasi Cendana News, Minggu (18/7/2021).

Laila Komariah mengaku PPKM Darurat sejak Senin (12/7/2021) hingga Jumat (30/7/2021) seperti blessing in disguise. Pasalnya bagi sebagaian orang tidak bisa menjalankan aktivitas, ia bisa berjalan kaki menyusuri Jalan Raden Intan, Jalan RA. Kartini dan jalan protokol yang kerap hiruk pikuk.

Lengangnya kota menjadi tempat rekreasi pehobi fotografi. Ia bahkan memilih waktu pagi bersama sejumlah pecinta fotografi.

Bagi fotografer amatir yang ingin mengasah skill, Laila Komariah bilang keunikan objek foto hanya bisa didapat saat PPKM Darurat. Sudut pengambilan foto yang semula dilintasi kendaraan bahkan tidak satu pun bisa melintas.

Jalan Dokter Susilo, Jalan Pangeran Diponegoro dengan taman Lungsirnya bisa menjadi sudut menjepret menara Masjid Al Furqon. Sebagai masjid dengan dua menara setinggi 114 meter dianggap sebagai menara tertinggi di Sumatera dan Indonesia.

“Selain sudut pengambilan gambar yang bagus, lalu lalang kendaraan tidak ramai berimbas langit lebih romantis,” ulasnya.

Selain foto ia juga mengabadikan keindahan tengara kota Bandar Lampung dengan video. Lanskap kota yang lebih indah diakuinya akan disimpan sebagai dokumen.

Foto dan video diakuinya menjadi dokumentasi menarik kota yang tidak akan pernah ditemuinya di lain waktu. Sebab suasana lengang sejumlah ruas jalan memberi penguat pada foto dan video yang dihasikan.

Pehobi fotografi lainnya, Indah, salah satu mahasiswa jurusan Komunikasi mengaku bisa mengeksplorasi tengara kota. Memakai kamera mirrorless salah satu merek terkenal, ia bisa mengabadikan sudut kota.

Pecinta fotografi, Indah, memanfaatkan rekreasi dalam kota dengan hobi memotret objek, dilakukan untuk mengasah skill dengan kamera mirrorless, Minggu (18/7/2021) – Foto: Istimewa

Sejumlah objek foto yang bisa diabadikan sebutnya beberapa bangunan tua. Kota Teluk Betung diakuinya memiliki sejumlah tengara kota bernilai sejarah yang bagus untuk difoto.

“Sejumlah bangunan tua berusia ratusan tahun di Teluk Betung seperti vihara Thay Hin Bio, Hotel Sriwijaya dan bangunan lain di Jalan Ikan Kakap sangat menarik,” ulasnya.

Penyekatan bagi sektor esensial, kritikal membuat Cong Sui Ni memilih pinggiran kota untuk rekreasi. Vihara Bodhisattva di Jalan Ikan Kembung jadi salah satu destinasi religi. Selain bisa berdoa bagi leluhur, warisan bangunan budaya religi itu jadi objek foto menarik.

Didominasi warna merah dan emas vihara itu tetap dibuka dengan pembatasan untuk berdoa. Bangunan menarik jadi latar belakang untuk penghias galeri foto dan diunggah ke media sosial.

Sebagai pecinta fotografi, Cong Sui Ni mengaku lengangnya kondisi vihara cukup unik. Sebab sejumlah vihara kerap ramai dikunjungi sebelum pandemi dan pembatasan kegiatan masyarakat.

Tengara kota yang difoto dengan teknik lanskap diakuinya cukup menarik untuk unggahan di media sosial Instagram miliknya. Dokumentasi tersebut sekaligus jadi gambaran suasana kota Bandar Lampung yang lengang.

“Rekreasi dengan motor berkeliling kota lebih nyaman karena sejumlah kendaraan roda empat tidak boleh melintas,” bebernya.

Pecinta wisata alam dan fotografi, Hendrik, mengaku mengajak keluarga ke Umbul Helau. Sebagai destinasi wisata alam di kaki Gunung Betung, berwisata di tempat yang sejuk oleh udara pegunungan masih bisa dirasakan di tepi kota Bandar Lampung.

Keindahan taman bunga sebutnya jadi penambah keindahan dalam galeri foto keluarganya. Ia menyebut pehobi foto bisa memilih alternatif wisata tanpa harus keluar kota.

Lihat juga...