Kearifan Lokal Pahami Cuaca Cara Nelayan Lamsel Tingkatkan Penghasilan

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

LAMPUNG — Kearifan lokal nelayan Lampung Selatan (Lamsel) memahami cuaca jadi cara tingkatkan penghasilan. Firmansah, nelayan tangkap dengan perahu bagan congkel itu mengaku membaca kondisi alam, arah angin jadi untuk mendapat tangkapan ikan melimpah.

Selain mengamati bintang, arah angin nelayan di Kalianda, Lampung Selatan mengikuti perkembangan tekhnologi melalui smartphone. Memakai telepon seluler berbasis android ia bisa memanfaatkan laman BMKG Maritim.

Firmansah bilang selain memanfaatkan tekhnologi ia juga tetap menjaga kearifan lokal nelayan di pesisir Kalianda, Lampung Selatan. Memperhitungkan kondisi angin Barat, angin Timur dan juga fase bulan purnama kegiatan penangkapan ikan tetap dilakukan.

“Pemakaian tekhnologi menambah pengetahuan nelayan tangkap di Lampung Selatan dikombinasikan dengan kearifan lokal dalam mengikuti kondisi cuaca yang berlangsung harian, mingguan dan bulanan dengan tujuan tetap mendapat hasil tangkapan ikan laut,” terang Firmansah saat ditemui Cendana News, Senin (12/7/2021).

Pada kondisi cuaca membaik sebut Firmansah mengaku bisa mendapat hasil tangkapan bervariasi, enam hingga 10 kuintal berbagai ikan pelagis dan demersal. Jenis ikan pelagis atau ikan perairan dangkal berupa selar, tetengkek, teri dan cumi cumi. Jenis ikan demersal meliputi tongkol, lapeh, kerapu hingga simba.

Kearifan lokal nelayan sebutnya digunakan untuk menentukan waktu melaut dan kapan akan istirahat. Saat angin kencang didominasi angin Barat berasal dari Samudera Hindia. Saat angin kencang, gelombang tinggi ia dan nelayan lain memilih istirahat melaut. Setelah kondisi cuaca membaik ia bisa melaut di sekitar pulau Krakatau hingga ke perairan Selat Sunda.

“Kecanggihan tekhnologi bagi nelayan yang sudah memiliki alat sangat membantu memantau cuaca,”ujarnya.

Ambo Ajak, pemilik usaha pembuatan ikan asin kering dan teri rebus memilah hasil penjemuran sebelum disortir pada area pengeringan di Desa Bakauheni, Kecamatan Bakauheni, Lampung Selatan, Senin (12/7/2021). Foto: Henk Widi

Selain saat berada di laut dalam proses penangkapan ikan, kearifan lokal diperlukan nelayan pengolah. Ambo Ajak, pengolah ikan asin, teri rebus di Dusun Pegantungan, Desa Bakauheni memanfaatkan cuaca. Saat musim kemarau proses pengeringan akan lebih cepat dilakukan. Namun saat musim penghujan ia memperhatikan prakiran cuaca dari BMKG.

Cuaca akan mempengaruhi kualitas hasil olahan. Hasil tangkapan ikan nelayan jenis teri tanjan, katak dan teri nasi direbus atau dipindang. Selanjutnya ikan akan dikeringkan dengan memakai para-para bambu.

“Perlu membaca cuaca karena bisa mendukung sektor pengolahan ikan, saat penghujan memakai penutup plastik,” ulasnya.

Hariyanti, salah satu pekerja menyebut kerap harus rutin memantau cuaca. Saat cuaca mendung, berpotensi hujan penutup plastik selalu disediakan. Selanjutnya akan dilakukan penutupan ikan yang dikeringkan agar tidak terkena hujan. Sebagai solusi pemakaian kumbung dengan bangunan dari kayu, bambu diberi atap plastil transparan. Cara itu dilakukan untuk pengeringan saat cuaca mendung.

Lihat juga...