Kebun Bunga, Alternatif Wisata Hilangkan Kejenuhan

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BANYUMAS – Hampir satu bulan penuh tempat wisata tutup total di Kabupaten Banyumas. Tak hanya itu, sarana bermain anak juga tutup akibat pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat yang berlanjut menjadi PPKM level 4. Untuk menghilangkan kejenuhan pada anak, kebun bunga sederhana pun jadi tempat bermain sekaligus berwisata.

Seperti yang dilakukan Ambarana, warga Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas yang membawa anaknya, Alma Hira untuk bermain di kebun bunga sederhana di halaman belakang rumahnya. Meskipun tidak terlalu luas, namun banyak tanaman bunga yang ditanam dan diberi jalan memutar untuk bersepeda mengelilingi tanaman, sehingga anak menjadi leluasa untuk bermain.

“Beruntung, kita punya halaman yang cukup luas, jadi bisa menjadi tempat bermain sekaligus berwisata sederhana untuk anak-anak. Karena sejak PPKM darurat, hampir sebulan ini anak-anak sama sekali tidak pernah pergi keluar rumah, sehingga rasa jenuh dan bosan tak terhindarkan,” tuturnya, Minggu (25/7/2021).

Setelah lelah bersepeda keliling kebun, Alma merajuk minta untuk memetik beberapa bunga. Jadilah kegiatan merangkai bunga dilakukan bersama dengan ayahnya. Sesekali ada kupu-kupu yang terbang merendah dan dengan tertawa ceria, Alma mengejar kupu-kupu tersebut sampai terbang menjauh.

“Apapun dilakukan asal membuat anak senang dan bisa menghilangkan kejenuhan, terutama di hari libur seperti ini, saya mempunyai banyak waktu untuk bermain bersama, jadi ikut saja apa maunya anak,” katanya.

Menurut Ambar, demi melakukan wisata sederhana tersebut supaya semakin komplit, terkadang ia membawa tikar dan menggelarnya di tengah kebun. Kemudian menikmati makan siang bersama anak-anaknya. Anak-anak terlihat sangat gembira, sekalipun hanya melakukan wisata sederhana di halaman belakang rumah saja.

Ambar mengatakan, di tengah penerapan PPKM ini, anak-anak sangat membutuhkan berwisata atau berkegiatan untuk menghilangkan kejenuhan. Sayangnya, semua tempat wisata ditutup, termasuk sarana publik seperti taman kota dan sejenisnya juga ditutup. Sementara pusat permainan seperti time zone ataupun arena permainan di mal atau supermarket juga ditutup. Sehingga praktis, hampir tidak ada ruang di luar rumah untuk anak berwisata atau bermain.

“Kita sebagai orang tua dituntut untuk bisa menciptakan ruang bermain atau berwisata bagi anak, di tengah semua keterbatasan yang ada,” tuturnya.

Alma Hira sendiri mengaku sangat ingin jalan-jalan ke Baturaden ataupun berwisata ke Owabong di Purbalingga. Anak yang baru berusia 4 tahun tersebut, mengaku sudah lama sekali tidak pernah pergi ke tempat wisata.

“Di rumah terus, tidak pernah main ke Baturaden lama sekali,” katanya.

Sementara itu, hingga malam ini pukul 19.00 WIB, belum ada kepastian apakah tempat wisata di Banyumas besok mulai diperbolehkan buka kembali atau tidak, mengingat pemberlakuan PPKM level 4 selesai pada tanggal 25 Juli ini.

Kepala Dinas Pemuda Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Banyumas, Asis Kusumandani mengatakan, sejak siang hingga malam hari ini masih dilakukan zoom meeting dengan pemerintah pusat dan belum ada keputusan terkait pariwisata.

Lihat juga...