Keindahan dan Kesunyian Pantai Tirtayasa, Destinasi Wisata Keluarga

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

LAMPUNG — Menghilangkan penat setelah sepekan bekerja, rekreasi di pantai bisa jadi alternatif. Banyak pilihan, dan untuk di Bandar Lampung salah satunya lokasi yang berada di Teluk Lampung, dapat menjadi destinasi menikmati suasana udara segar, air laut yang hangat.

Hendrikson, warga asal Teluk Betung Barat menyebutkan, pantai Tirtayasa mudah dijangkau dari pusat kota. Berada di Jalan RE. Martadinata, berjarak kurang lebih 6,5 kilometer dari Teluk Betung dengan akses jalan mulus, moda transportasi motor dan mobil bisa digunakan.

Suasana pantai berombak tenang, sejuk dengan pemandangan perbukitan jadi daya tarik. Perpaduan pantai berlatar belakang pulau Permata, perbukitan Muncak Tirtayasa semakin mempercantik hasil foto. Fasilitas saung bambu unik bisa menambah keindahan saat berfoto.

“Sebagai pantai yang berada di pinggiran kota Bandar Lampung, lokasi ini paling mudah dijangkau, saat pagi bisa melihat matahari terbit dari laut dan bisa menikmati suasana pagi berudara sejuk, karena pantai masih kental dengan suasana alam perbukitan yang asri serta jauh dari hiruk pikuk,” terang Hendrikson saat ditemui Cendana News, Minggu (25/7/2021).

Hendrikson bilang kontur pantai Tirtayasa didominasi pasir putih, bebatuan. Kegiatan mandi, berendam jadi alternatif untuk menikmati kehangatan air laut yang bagus untuk terapi kesehatan.

Normalnya untuk masuk ke pantai Tirtayasa gerbang bagian depan dibuka. Namun selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 4, destinasi wisata sementara tidak beroperasi.

“Kami biasanya bertemu di sekolah namun karena belum ada kegiatan belajar tatap muka, ketemunya seminggu sekali sambil wisata,” ulasnya.

Pengunjung lain, Revita mengaku menikmati keindahan pantai Tirtayasa untuk mandi. Bersama sejumlah teman sebaya setiap akhir pekan ia mengunjungi pantai untuk bermain. Datang kala pagi membuat ia bisa menikmati suasana embun di rerumputan menghijau. Permainan sepak bola mini bisa dilakukan dengan teman sebaya untuk mencari keringat.

“Usai berkeringat setelah istirahat sejenak di saung, kami berendam air laut yang bagus untuk kesehatan karena mengandung air garam,” bebernya.

Karena selama masa PPKM Level 4 tidak ada pedagang makanan, Revita kerap membawa bekal. Makanan yang dibawa bisa dinikmati bersama rekan rekannya di saung. Pantai yang lengang tanpa ada pengunjung seperti saat libur normal membuat ia dan rekan rekannya bisa menikmati pantai dengan lebih nyaman.

Aep Saepuloh, warga Sukamaju sekaligus pemilik usaha kuliner di pantai Tirtayasa, Teluk Betung Timur, Bandar Lampung membersihkan sampah di pantai, Minggu (25/7/2021) imbas gelombang. Foto: Henk Widi

Aep Saepuloh, salah satu warga Sukamaju yang kerap menjual kuliner di objek tersebut menyebut kunjungan sedang sepi. Sebagai salah satu warga yang ikut mengelola pantai bersama puteranya atas kepercayaan pemilik, ia menyebut gerbang utama ke pantai sementara ditutup. Kegiatan wisata sebutnya dari luar wilayah masih dihentikan karena Bandar Lampung masih memberlakukan PPKM Level 4.

“Pengunjung hanya warga sekitar pantai dan juga dari kecamatan lain, masih bisa menikmati suasana pantai,” ulasnya.

Aep Saepuloh menyebut normalnya saat destinasi pantai Tirtayasa dibuka untuk umum ia berjualan makanan, minuman ringan. Penghasilan bisa mencapai Rp350.00 perhari. Namun imbas sejumlah pantai, objek wisata dibatasi penghasilan hilang. Isi waktu luang ia kerap membersihkan sampah plastik bernilai jual. Sesekali ia juga mencari kepiting untuk dijual.

Kegiatan rekreasi di pantai Tirtayasa sebut Aep Saepuloh menjadi sumber penghasilan warga pada kondisi normal. Sebab selain ia bisa menjual makanan, minuman, pengunjung anak anak kerap menyewa ban sebagai pelampung. Sejumlah nelayan juga bisa menyewakan perahu untuk menikmati suasana pulau Permata tak jauh dari pantai tersebut.

Lihat juga...