Keindahan Pantai Timur Lamsel, Alternatif Kunjungan Wisatawan Lokal

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Keindahan sejumlah pantai timur Lampung Selatan (Lamsel) jadi alternatif kunjungan wisatawan lokal. Pembatasan perjalanan antar-wilayah berimbas pengelola alami penurunan wisatawan dari luar Lamsel.

Rusli, pengelola objek wisata pantai Pedada menyebut pengunjung dominan berasal dari warga kecamatan terdekat.

Kunjungan wisatawan ke Pantai Pedada, Desa Sumur, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan didominasi warga lokal, Rusli (kiri) pengelola pantai membakar ikan untuk pengunjung, Minggu (11/7/2021) – Foto: Henk Widi

Sebelumnya kunjungan wisatawan ke pantai Pedada berasal dari Cilegon, Banten dan luar Lamsel. Semenjak pengetatan pelaku perjalanan, dampak yang dialami pengelola destinasi wisata cukup signifikan.

Sisi negatifnya pelaku usaha wisata yang menyediakan warung kuliner, jasa parkir, jasa toilet dan kamar bilas kekurangan pemasukan. Sisi positifnya ia bisa membenahi sejumlah fasilitas berupa kursi, ayunan, toilet dan kamar bilas.

Pembenahan lokasi objek wisata sebut Rusli untuk persiapan hadapi Iduladha 1442 Hijriah. Sesuai tradisi pada hari libur Iduladha sebagian warga lokal memanfaatkan pantai untuk bancakan.

Kegiatan makan dengan membakar ikan, daging kurban kerap dilakukan pada tepi pantai. Ia telah menyediakan area membakar (barbeque zone). Area itu disediakan drum, batu bata dan besi pemanggang.

“Kunjungan ke destinasi wisata pantai tetap dilakukan dengan penerapan protokol kesehatan apalagi area pantai berada di lokasi yang jauh dari kerumunan, dipenuhi pohon peneduh yang sunyi untuk mendapatkan udara sejuk sehingga cocok untuk terapi yang dilakukan oleh warga lokal,” terang Rusli saat ditemui Cendana News, Minggu (11/7/2021).

Rusli menyebut warga lokal yang berkunjung dominan berasal dari Bakauheni, Penengahan, Ketapang. Area wisata menghadap Selat Sunda bisa digunakan melihat sejumlah kapal labuh sandar (anchor).

Sejumlah wisatawan sebutnya kerap mengunjungi pantai tersebut untuk memancing. Area memancing berada di sekitar pulau Rimau Balak dan Rimau Lunik.

Wisatawan asal Penengahan, Yuniati, menyebut memilih menikmati suasana pantai Pedada. Saat wisatawan asal luar daerah jarang berkunjung ke pantai tersebut suasana lebih sepi.

Ia juga menyebut pantai yang tidak ramai dengan pasir putih cocok untuk mengajak anak. Selain bisa bermain pasir putih sejumlah wahana ayunan menjadi tempat yang nyaman untuk akhir pekan.

“Besok anak sudah mulai sekolah sehingga saat ada kesempatan libur bisa bermain di pantai pedada,” ulasnya.

Kunjungan wisatawan lokal di pantai Onaria di Desa Tridharmayoga, Kecamatan Ketapang tetap diperkenankan dengan protokol kesehatan.

Wayan Sutarno, penyedia penyewaan ban masih bisa dilakukan olehnya. Sejumlah wisatawan sebutnya datang dengan pembatasan jumlah kunjungan 25 persen dari kapasitas objek wisata. Area wisata yang cukup luas sebutnya kerap dikunjungi warga lokal.

“Sebelum masuk ke area wisata pantai petugas akan mengecek asal wisatawan sehingga diprioritaskan warga lokal,” ulasnya.

Kunjungan wisatawan lokal sebut Wayan Sutarno dominan untuk menikmati suasana pantai yang landai. Wisatawan dominan keluarga yang mengajak anak-anak memanfaatkan kesempatan untuk berenang.

Sebagian warga memanfaatkan kesempatan berlibur pada akhir libur sekolah. Pantai Onaria menjadi lokasi untuk menikmati pulau Keramat dan Batu Payung.

Dibukanya pantai Onaria untuk wisatawan lokal menjadi berkah bagi Sutarni. Pedagang kuliner di pantai tersebut mengaku dibukanya pantai dengan standar protokol kesehatan jadi sumber penghasilan.

Ia menyebut pantai tetap menerima kunjungan tanpa pembatasan. Sebab tanpa dibatasi pun pantai tersebut dominan hanya dikunjungi wisatawan lokal.

Lihat juga...