Keluarga Cendana Kurban 24 Ekor Sapi di Masjid Agung At-Tin

Editor: Koko Triarko

JAKARTA – Masjid Agung At-Tin melakukan pemotongan hewan kurban sebanyak 24 ekor sapi dari keluarga besar Presiden ke-2 RI, Jenderal Besar HM Soeharto, Selasa (20/7/2021). 

Daging kurban tersebut akan dibagikan kepada masyarakat sekitar Masjid Agung At-Tin, pada perayaan Iduladha 1442 Hijriyah. Dalam pemotongan hewan kurban, semua petugas menerapkan protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

Ketua Panitia Kurban Masjid Agung At-Tin, Ustad Zaini, mengatakan, 24 ekor sapi tersebut merupakan kurban dari keluarga Cendana, yang rutin setiap tahun berkurban di Masjid Agung At-Tin.

“Alhamdulillah, keluarga Pak Harto rutin setiap tahun kurban sapi di sini. Dagingnya akan dibagikan kepada masyarakat sekitar sesuai arahan dari Keluarga Cendana,” ujar Ustad Zaini kepada Cendana News, saat ditemui di lokasi pemotongan hewan kurban di Masjid Agung At-Tin, Jakarta Timur, Selasa (20/7/2021).

Ketua Panitia Kurban Masjid Agung At-Tin, Ustad Zaini, ditemui di area pemotongan hewan kurban di Masjid Agung At-Tin, Jakarta Timur, Selasa (20/7/2021). -Foto: Sri Sugiarti

Dalam pembagian hewan kurban, pihaknya tidak membagikan secara langsung. Namun dengan sistem pembagian perwakilan di setiap wilayah yang telah dibagikan kupon sebelumnya oleh panitia kurban Masjid Agung At-Tin.

Hal ini dilakukan untuk menghindari pembagian daging secara langsung kepada warga di area pemotongan, untuk mencegah penularan Covid-19.

“Sistem pembagian daging dengan perwakilan untuk mencegah kerumunan warga. Jadi, kita tidak diantarkan kepada perorangan, tapi yang ambil dagingnya nanti perwakilan dari RT-TW, pondok pesantren, yayasan, musala dan lainnya,” ujar Ustad Zaini.

Dengan sistem perwakilan ini, tidak terjadi penumpukan karena protokol kesehatan (prokes) akan tetap berjalan dengan tertib. Seperti memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan.

Lebih lanjut dia menyampaikan, untuk total daging yang dibagikan tergantung dari proposal perwakilan yang diserahkan kepada panitia kurban Masjid Agung At-Tin.

“Sebanyak 5.000 kantong daging sapi kurban yang akan dibagikan kepada masyarakat, sesuai jumlah yang telah diajukan oleh perwakilan,” ujar Ustad Zaini.

Wakil Ketua 1 Masjid Agung At Tin, Mayor Jenderal TNI (Purn), Agus Gunaedi Pribadi, ditemui di area pemotongan hewan kurban di Masjid Agung At-Tin, Jakarta Timur, Selasa (20/7/2021). -Foto: Sri Sugiarti

Pemotongan hewan kurban 24 ekor sapi melibatkan tim jagal dari Sawangan, Depok, Jawa Barat. Sedangkan yang memotong dagingnya melibatkan santri-santri pondok pesantren.

Wakil Ketua 1 Masjid Agung At-Tin, Mayor Jenderal TNI (Purn), Agus Gunaedi Pribadi, menambahkan dalam pelaksanaan pemotongan hewan kurban, pihak panitia menerapkan aturan protokol kesehatan dalam upaya pencegahan Covid-19.

“Pelaksanaan penyembelihan hewan kurban, prokes menjadi prioritas. Semua panitia dan pemotong hewan kurban harus pakai masker, jaga jarak, dan mencuci tangan lebih dulu,” ujar Agus kepada Cendana News.

Pengelola Masjid Agung At-Tin semaksimal mungkin berupaya menerapkan social distancing dalam segala kegiatannya, tidak hanya pada pelaksanaan pemotongan hewan kurban. Semua yang berada di lokasi pemotongan hewan kurban Masjid Agung At-Tin harus mengikuti prokes.

Bahkan, tambah dia, semua panitia dan tim jagal terlebih dulu melakukan swab untuk menghindari penularan virus corona.

“Sesuai arahan dari Keluarga Cendana, panitia dan tim jagal harus di-swab dulu sebelum proses penyembelihan hewan kurban dimulai. Swab dilaksanakan pukul 06.00 WB. Jadi, prokesnya sangat ketat, ya,” jelasnya.

Ia menambahkan, untuk pembungkusan daging hewan kurban juga menggunakan plastik sesuai prokes, yaitu plastik food grade.

Lihat juga...