Kemasan Daun Pisang Menjaga Kualitas Makanan dan Ramah Lingkungan

Editor: Makmun Hidayat

LAMPUNG — Penggunaan daun pisang untuk kemasan makanan menjadi salah satu alternatif dalam sejumlah olahan kuliner. Penggunaan kemasan daun pisang memanfaatkan jenis tanaman pisang tertentu.

Sudirman dan Soniah, suami istri asal Desa Taman Baru, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan menyebut daun pisang diperoleh dari petani. Pemesan dominan pemilik usaha makanan untuk kemasan.

Penggunaan daun pisang untuk kemasan makanan sebut Sudirman berasal dari jenis pisang kepok. Selain itu jenis pisang raja dan pisang batu jadi pilihan baginya. Daun pisang jadi pilihan sejumlah pelaku usaha pembuatan tempe, tape singkong, tape ketan. Sejumlah usaha kuliner seperti sate, pecel, lemper, nasi bakar, otak otak dam klepon memanfaatkan daun pisang.

Daun pisang sebut Sudirman dibeli dari petani dengan harga Rp1.000 per tangkai. Ia akan menjualnya per gulung dari sebanyak lima tangkai seharga Rp7.000. Daun pisang yang telah dipisahkan dari tangkai selanjutnya dibersihkan dari kotoran dan digulung. Agar mudah digulung daun pisang yang dipisahkan dari tangkai atau pelepah dijemur hingga layu. Setelah dilayukan, daun akan mudah digulung tanpa sobek.

“Permintaan daun pisang mencapai ratusan gulung dari sejumlah produsen kuliner tradisional menjadi peluang bagi pemilik lahan pertanian untuk ditanami jenis pisang yang bisa dimanfaatkan bagian daunnnya sekaligus buahnya,” terang Sudirman saat ditemui Cendana News, Sabtu (3/6/2021).

Pembungkus makanan dari daun pisang sebut Sudirman jadi alternatif karena memiliki sejumlah keunggulan. Kualitas makanan yang dibungkus dengan daun pisang sebutnya aman, sehat dengan minim kontaminasi dari bahan lain. Agar lebih elastis dan tidak gampang sobek, daun pisang yang telah dipanen sebutnya bisa dipanaskan di atas api kecil hingga layu. Cara itu sekaligus menghilangkan kotoran dan kuman.

Selain daun pisang, Sudirman menyebut kerap mencari daun jati dan daun kunyit. Dua jenis daun tersebut bisa dipergunakan untuk bahan kemasan saat pembuatan tempe koro dan benguk memakai daun jati. Sementara jenis daun kunyit bisa dipergunakan untuk kemasan kuliner pepes ikan. Penggunaan daun untuk kemasan sebutnya akan mempertahankan cita rasa alami makanan.

“Daun pisang kerap dominan digunakan karena mudah diperoleh serta sampahnya mudah terurai sehingga ramah lingkungan,” ulasnya.

Pemanfaatan daun pisang untuk kemasan makanan diakui oleh Epson Cahyadi dan Elin. Suami istri pembuat camilan otak otak ikan tenggiri itu memanfaatkan daun pisang sebagai pengemas. Adonan tepung sagu, tapioka dan daging ikan tenggiri giling yang dikemas daun pisang tetap akan memiliki cita rasa khas. Saat proses pemanggangan, aroma daun pisang bahkan akan meningkatkan selera makan.

“Aroma ikan tenggiri yang berpadu dengan daun pisang akan menimbulkan sensasi rasa yang harum,” ulasnya.

Epson Cahyadi menyebut membeli kemasan daun pisang dari pengepul. Setiap hari ia memproduksi sekitar 500 bungkus otak otak ikan. Penggunaan daun pisang untuk kemasan otak otak harus dibuat menjadi tiga lapisan. Lapisan pertama hingga ketiga bertujuan agar saat pemanggangan, bagian adonan otak otak tidak ikut terbakar. Pemakaian daun pisang sebagai kemasan menjadi cara agar rasa otak otak tetap lezat dijual Rp1.000 per kemasan.

Penggunaan kemasan daun pisang dimanfaatkan oleh Udin, pemilik usaha sate kambing. Sate yang dikemas atau diletakkan pada alas daun pisang akan menjaga cita rasa bumbu. Setelah dibakar dan diberi bumbu sate kambing akan disajikan dalam wadah daun pisang. Meski tetap memakai tatakan piring, cita rasa sate akan terjaga. Daun pisang juga digunakan olehnya untuk kemasan lontong pengganti nasi.

Menikmati sate kambing dengan alas daun pisang yang lebih lezat diakui Stevani. Ia menyebut saat membawa pulang sate kambing alas daun pisang, ia tidak perlu memakai piring. Meski memakai piring dengan alas daun pisang ia juga bisa menghemat sabun cuci. Sebab alas daun pisang meminimalisir lemak yang menempel pada piring. Memakai daun pisang juga mengurangi sampah plastik.

Lihat juga...