Kemasan Produk Pertanian Kabupaten Sikka Perlu Diperbaiki

Editor: Maha Deva

Produk kacang hijau organik, yang dihasilkan kelompok tani di Desa Watumilok,Kecamatan Kangae,Kabupaten Sikka,NTT yang dijual di Kedai Mai Sai di Kelurahan Kota Uneng Maumere saat disaksikan,Sabtu (3/7/2021) - Foto : Ebed de Rosary

MAUMERE – Produk sayur mayur, buah-buahan maupun kerajinan tangan dari bahan alam, serta aneka makanan ringan dan minuman, yang dihasilkan kelompok tani di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), masih perlu dikemas dengan lebih baik.

“Banyak produk yang masuk ke Kedai Mai Sai belum dikemas, sehingga kami mengemasnya terlebih dahulu,” kata A. Dian Setiati, Direktur Operasional PT. Langit Laut Biru, Kesukupan Maumere, Kabupaten Sikka, NTT, saat ditemui Cendana News di Kelurahan Kota Uneng, Sabtu (3/7/2021).

Dian menyebut, banyak produk dari petani dampingan Caritas Keuskupan Maumere, yang dipasarkan dengan cara tidak dikemas. Sehingga ke depannya apa, para petani tersebut perlu mendapatkan edukasi, untuk melakukannya. Dengan pengemasan, akan banyak varian produk berbahan lokal yang dapat dipasarkan dengan menarik di Kedai Mai Sai.

“Kami ingin Kedai Mai Sai bertambah besar dan mampu bekerjasama dengan masyarakat dan mendorong anak-anak muda untuk terjun berwirausaha. Harus banyak anak muda yang didorong untuk berwirausaha,” harapnya.

Direktur Operasional PT.Langit Laut Biru yang mengelola Kedai Mai Sai, A.Dian Setiadi saat ditemui di kantornya di Kelurahan Kota Uneng,Maumere,Kabupaten Sikka,NTT, Sabtu (3/7/2021) – Foto : Ebed de Rosary

Dian menyebut, Kedai Mai Sai merupakan mimpi yang sejak 2017 lalu direncanakan, untuk menampung produk hasil para petani, termasuk sayur-sayuran dan buah-buahan organik dari petani. Diakui, pihaknya tidak ingin bersaing dengan lembaga, kelompok maupun organisasi pelaku usaha lain. Hanya ingin menjalin kerjasama, dengan mengusung konsep pemberdayaan. “Kami lebih mengusung konsep pemberdayaan, sehingga masyarakat atau petani juga bisa maju. Kami tidak mau bersaing, tetapi ingin membangun dan kerjasama dengan siapa saja,” tuturnya.

Staf Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi (PSE) Caritas Keuskupan Maumere, Mateus Manu menyebut, produk dari petani yang dijual di Kedai Mai Sai masih menggunakan kemasan sederhana. Hal itu sudah dibicarakan, dan direncanakan ke depannya akan diajarkan cara membuat kemasan produk yang lebih menarik, melalui kelompok tani dampingan .

“Kita akan memberikan pelatihan, agar produk dari petani bisa dikemas dengan lebih baik dan higienis. Kelompok tani juga kita dorong mengembangkan produk lainnya, selain sayur-sayuran dan buah-buahan. seperti aneka anyaman dari daun koli atau lontar,” pungkasnya.

Lihat juga...