Kenali Ciri Tanaman Hias Bernilai Jual Tinggi

Editor: Koko Triarko

YOGYAKARTA – Memelihara tanaman hias saat ini sudah menjadi salah satu kegiatan yang banyak dilakukan masyarakat, untuk mengisi waktu luang saat berada di rumah. Selain menjadi hobi sekaligus penghilang stres, memelihara tanaman hias juga bisa menjadi peluang untuk mendapatkan rupiah. Apalagi, di tengah situasi pandemi seperti sekarang ini. 

Namun, terkadang ada pertanyaan yang sering muncul di benak masyarakat. Misalnya, tanaman hias seperti apakah yang layak dipelihara dan dibudidayakan? Apakah semua jenis tanaman hias jika dipelihara di rumah bisa menghasilkan keuntungan?

Menurut Taulany (32), pembudidaya tanaman hias di kampung Giwangan, Umbulharjo, Kota Yogyakarta, pada prinsipnya semua tanaman hias bisa dibudidaya dan dijual, sehingga menghasilkan rupiah. Bahkan jika bisa memilih tanaman hias yang tepat, keuntungan dari hasil budi daya tanaman hias akan bisa berlipat-lipat jumlahnya.

“Jenis tanaman hias ada banyak sekali. Ribuan jumlahnya. Tentu tidak semuanya memiliki nilai jual tinggi. Intinya makin tren dan bagus karakter tanaman hias tersebut, akan makin mahal harganya,” katanya, Senin (19/7/2021).

Menurut Taulany, ada sejumlah syarat tanaman hias agar bisa memiliki nilai jual tinggi jika dipelihara dan dibudidayakan. Pertama, adalah tanaman hasil persilangan dari beberapa tanaman atau biasa disebut hybrid. Selain unik, tanaman ini juga jarang tersedia di pasaran, sehingga memiliki harga jauh lebih tinggi.

“Kedua adalah tanaman yang memiliki kelainan pada daun ataupun batangnya. Misalnya, karena bawaan gen seperti tanaman varigata. Tanaman ini tentu akan memiliki nilai jual lebih karena secara tampilan berbeda dari tanaman kebanyakan pada umumnya,” jelasnya.

Ke tiga, adalah tanaman yang mengalami mutasi form akibat pengaruh cuaca/iklim, lokasi tempat, maupun nutrisi yang didapatkannya. Sehingga mengubah tumbuh kembang si tanaman. Misalnya, tanaman yang memiliki batang lancip saat berada di tempat teduh atau pun gemuk saat berada di tempat panas.

“Selain ketiga faktor tersebut, tentu yang juga mempengaruhi nilai jual sebuah tanaman adalah performa dan nilai estetika dari tanaman itu sendiri. Jika tanaman itu memiliki karakter dan penampilan istimewa, tentu harganya juga akan sangat mahal. Apalagi, jika sudah mendapatkan pengakuan dari masyarakat, misalnya lewat kontes,” ungkapnya.

Karena tidak ada standar resmi soal harga, tak jarang seorang pembudidaya tanaman hias bisa memberi harga pada tanamannya sesuai keinginan. Meskipun tak sedikit pula yang memberikan harga dengan mengikuti tren yang sedang berjalan di pasaran.

“Sebagai gambaran, tanaman hias jenis janda bolong, misalnya. Untuk jenis lokal biasa harganya paling berkisar Rp15-50 ribu per pot. Namun untuk jenis janda bolong yang varigata, harganya bisa mencapai Rp500ribu-Rp1juta. Bahkan untuk jenis Jepang yang daunnya putih bisa mencapai Rp10juta per daun,” bebernya.

Melihat sejumlah faktor tersebut, maka kita pun bisa memilih jenis tanaman seperti apakah yang hendak kita pelihara di rumah. Makin langka dan unik tanaman hias,  akan makin besar pula keuntungan yang bisa kita dapatkan.

Lihat juga...