Kerajinan Bambu Fungsional Jadi Peluang Usaha Warga Kaki Gunung Betung

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

LAMPUNG — Peluang usaha kerap berkaitan dengan potensi hasil perkebunan, salah satunya bambu. Potensi pembuatan kerajinan bambu yang ditekuni warga di kaki Gunung Betung yang sebagian masuk wilayah Bandar Lampung dan Kabupaten Pesawaran.

Asna, warga Kelurahan Sumber Agung, Kecamatan Kemiling, Bandar Lampung menyebut melihat peluang bambu menjadi sumber ekonomi. Belajar secara otodidak dari sang ayah, kerajinan bersifat fungsional untuk membantu kehidupan sehari hari jadi fokus bagi pria berusia 30 tahun itu. Sejumlah barang kerajinan yang dibuat berupa kursi, tempat tidur, meja, kap lampu, saung. Bambu juga dibuat menjadi tangga, ayunan, pagar hingga bambu utuh untuk kebutuhan perahu nelayan.

Bambu diperoleh dari kebun yang berada di aliran sungai bersumber dari Gunung Betung. Kunci menghasilkan kerajinan yang awet diperolehnya dari jenis bambu hitam yang telah tua. Semakin tua usia bambu daya tahan saat dibuat menjadi kerajinan akan semakin meningkat.

“Kerajinan bambu yang fungsional namun memiliki nilai artistik paling disukai konsumen salah satunya saung untuk melengkapi estetika rumah serta sejumlah cafe pada tempat wisata alam yang dikombinasikan dengan alang-alang untuk atap,” terang Asna saat ditemui Cendana News, Selasa (6/7/2021).

Asna bilang kreatifitas dan terus belajar dari peluang peralatan yang bisa digunakan. Selain melayani penjualan bambu yang telah dibentuk menjadi barang fungsional ia melayani penjualan bambu utuh.

Harga produk usaha kerajinan sebut Asna dijual bervariasi. Jenis saung bambu berbagai ukuran dijual mulai harga Rp2,5 juta hingga Rp3,5juta. Seperangkat meja dan kursi dijual Rp1,5 juta hingga Rp2 juta. Jenis peralatan tangga dijual Rp50.000 hingga Rp100.000. Sementara bambu utuh dengan ukuran 4-6 meter dijual seharga Rp7.000 per batang. Bambu belah perikat berisi 100 batang seharga Rp150.000.

“Saya terima pesanan produk kerajinan bambu serta bambu utuh, yang sudah dibelah untuk kebutuhan masyarakat, omzet mencapi jutaan per bulan”ulasnya.

Bilah bambu yang telah dibersihkan akan dijual kepada pemesan untuk pembuatan pagar kandang itik di Kelurahan Sumber Agung, Kecamatan Kemiling, Bandar Lampung, Selasa (6/7/2021). Foto: Henk Widi

Warga lainnya di kaki Gunung Betung, Surahmin menyebutkan, meski telah berusia sekitar 60 tahun ia masih bisa memenuhi permintaan warga di Kelurahan Batu Putuk, Teluk Betung Barat.

Sebagian warga yang masih membuat rumah dengan geribik sebutnya jadi sumber pendapatan. Kerajinan keranjang buah, sayuran dijual ukuran kecil mulai Rp30.000 hingga Rp100.000. Jenis rombong pengangkut barang dijual mulai harga Rp150.000 hingga Rp250.000. Geribik dengan motif polos dan batik bisa dijual mulai harga Rp500.000 hingga Rp600.000 berukuran sekitar lima meter.

“Saya membuat kerajinan sebagai pengisi waktu luang, peminat dominan warga sekitar untuk peralatan sehari hari,”ulasnya.

Jenis bambu yang digunakan sebut Surahmin berupa bambu tali. Meski pemesanan tidak rutin dalam sebulan ia masih bisa mendapat omzet lebih dari Rp1 juta. Hasil tersebut terbilang cukup untuk hidup di pedesaan kaki Gunung Betung.

Lihat juga...