Kerap Merugi, Petani di Desa Sumber Jaya ini Sukses di Budidaya Terung Ungu

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

BEKASI — Rhino, petani asal Indramayu, di Desa Sumber Jaya, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat berhasil mengembangkan terung ungu di lahan miliknya di belakang komplek vila permata.

Setahun terakhir selama pandemi ini, Rhino mengaku beberapa kali merugi, pertama karena cuaca di wilayah tersebut tidak menentu, kedua karena pembeli tidak ada. Hingga akhirnya mencoba budidaya terung ungu di atas lahan yang disewanya.

“Setahun ini saya rugi terus, dulu nanam jagung, persiapan untuk tahun baru tapi tidak ada yang beli, sampai banyak ngeggelatak begitu saja. Setelah itu coba tanam blewah, semangka dan timun suri, persiapan panen di Ramadhan juga gagal, akibat cuaca,” ungkap Rhino kepada Cendana News, Senin (19/7/2021).

Setelah beralih budidaya terung ungu, Rhino mengaku dalam perawatan lebih mudah dan tidak terlalu capai. Setelah tiga bulan dari masa tanam baru panen perdana. Panen dalam seminggu dua kali, hasilnya cukup maksimal dan langsung diambil pengepul.

Menurutnya, budidaya terung ungu lebih mudah dibanding lainnya karena tidak terlalu capai dalam perawatannya. Setengah hektare ini, saat panen pertama bisa mengeluarkan satu kwintal lebih.

“Terung ungu ini panen bertahap, seminggu bisa dua kali petik dan cara dipilih begitu. Antara panen pertama kedua dan seterusnya pasti meningkat. Seperti ini panen pertama keluar satu kwintal, keduanya bisa dua kwintal dan ketiga bisa lima kwintal,” ungkap Rhino.

Ia mengaku awalnya pesimis bisa berhasil maksimal dalam budidaya terung di lokasi tersebut. Karena dari pengakuan petani lainnya di wilayah itu, budidaya terung tidak cocok di tanah yang digarapnya. Karena penasaran ia pun mencoba dan bisa berhasil, terung ungu yang dibudidayakan tumbuh dan kini sudah memasuki masa panen.

Lokasi budidaya terong ungu, milik Rhino diatas lahan milik pengembang di wilayah desa Sumber Jaya, Tambun Selatan, Bekasi. Senin (19/7/2021). Foto: Muhammad Amin

Namun demikian, imbuhnya memang setiap tanaman pasti ada musuhnya. Seperti terung ungu ini ada kutu kebulnya. Tapi bisa diatasi dengan rajin menyemprot dan membersihkan areal tanaman.

“Untuk menghemat biaya, jerami bekas panen padi dikumpulkan dan diletakkan di celah tanaman terung ungu untuk meresap tanah saat hujan dan tidak terlalu panas karena sinar matahari. Harusnya memang pakai plastik gitu,”paparnya.

Pakdi Tarmin, ditemui di lokasi sama mengaku bahwa terung ungu dari masa tanam hingga selesai memakan waktu hingga enam bulan. Dari masa tanam hingga panen pertama memerlukan waktu tiga bulan.

“Setelah panen pertama dia akan panen terus secara bertahap, biasanya panen ketiga petani sudah kembali modal. Seterusnya sudah untung saja,” jelas Tarmin.

Lihat juga...