Kesibukan Kampus Jalan Bagi Mahasiswi ini Capai Lulusan Terbaik

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

JEMBER — Lulus dengan predikat cum laude menjadi kebanggaan tersendiri atas upaya keras yang dilakukan selama menjalani status sebagai mahasiswa. Berbagai upaya dilakukan, mulai dari aktif di perpustakaan hingga menambah jam belajar.

Dewi Ulul Azmi, Mahasiswi Fakultas MIPA Universitas Jember, jurusan fisika murni mengatakan, dirinya selama masa kuliah dapat dikatakan sebagai mahasiswi yang sangat sibuk. Kegiatan kampus intra dan ekstra ia ikuti, namun tidak membatasi dirinya menjadi salah satu lulusan terbaik.

“Saya secara pribadi bukan mahasiswi yang hanya gemar membaca buku. Karena kegiatan organisasi intra kampus dan ekstra kampus saya jalani untuk menambah wawasan khazanah ilmu pengetahuan,” ujar Dewi Ulul Azmi kepada Cendana News, di Sumbersari, Jember, Kamis(1/7/21).

Dewi menambahkan, mengikuti kegiatan organisasi, dirinya mengaku sebagai ajang untuk hiburan. Karena selain bisa menambah relasi pertemanan, juga dapat menambah wawasan ilmu pengetahuan dari mahasiswa lain.

“Saya menyadari betul, andai saja saya hanya menjadi mahasiswi yang hanya terperangkap pada seputar aktivitas kuliah dan membaca, bisa saja saya tidak akan menyandang status sebagai mahasiswi terbaik dan lulus tepat waktu. Karena ilmu yang bisa saya dapatkan, berasal dari komunitas belajar dan organisasi selama ini,” ucapnya.

Untuk memudahkan dalam memahami mata kuliah yang ditempu, Dewi mengaku membentuk budaya belajar kelompok. Karena dirasa lebih mudah untuk belajar, dan mudah juga untuk memahami teori yang dipelajari.

“Jika ada kesulitan belajar, saya selalu bertanya kepada mahasiswa lain yang lebih memahami materi tersebut. Terlebih juga, atas kegiatan organisasi intra kampus, saya menjadi bisa lebih dekat dengan para dosen. Seringkali saya saling diskusi terkait mata kuliah yang saya rasa sulit, bersama dosen. Karena mengikuti kegiatan organisasi intra kampus, akhirnya saya punya komunikasi yang intens dengan para dosen. Sehingga untuk melakukan diskusi mata kuliah sudah tidak canggung lagi,” jelasnya.

Menekuni bidang kuliah selama menjadi mahasiswi, Dewi mengaku, salah satu impian yang selama ini dicita-citakan ialah masuk fakultas yang bergengsi, yakni jurusan fisika murni. Karena sesuai dengan keilmuan yang dirinya persiapkan semenjak berada di bangku Sekolah Menengah Akhir (SMA).

“Jurusan fisika memang pada dasarnya sudah saya impikan sejak dulu. Ilmu dasar saya juga merupakan lulusan ipa saat masih di bangku SMA. Jadi selama di bangku kuliah, sudah ada ilmu dasar yang dapat mempermudah proses belajar di kampus,” tandasnya.

Kesibukan menjadi mahasiswa, tidak menyurutkan semangat untuk selalu menyempatkan waktu belajar. Dewi menyebutkan, banyak cara yang bisa dilakukan pada saat ada kegiatan di organisasi kampus yang ia ikuti selama menjadi mahasiswi.

“Kegiatan yang selama ini saya ikuti tidak dijadikan sebab untuk meninggalkan waktu belajar. Di sela sela kegiatan organisasi, pasti saya sempatkan untuk membaca beberapa referensi. Karena pada dasarnya saya mengikuti organisasi sebagai ajang refreshing. Sembari aktivitas organisasi berjalan, waktu belajar saya juga tidak ketinggalan,” ungkapnya.

Dewi manambahkan, dengan menerapkan sistem belajar yang demikian, semua kativitas perkuliahannya tidak pernah terbengkalai sedikitpun.

Menyandang status sebagai mahasiswi yang lulus tepat waktu dengan predikat cum laude, Dewi mengaku, selama semester satu hingga semester akhir, indeks prestasi komulatif (IPK) selalu mendapat nilai yang sempurna, yakni mencapai nilai empat.

“Dengan capaian nilai yang sempurna selama semester satu hingga akhir, karena aktivitas belajar yang dilakukan secara bersama. Baik di organisasi, di kelompok belajar maupun belajar kepada dosen, jika beberapa materi tidak bisa saya kuasai. Dengan begitu, saya bisa mudah untuk memahami materi kuliah, dan mudah untuk bisa menyelesaikan tugas maupun ujiannya,” tegasnya.

Dewi menambahkan, andai saja dirinya hanya bergerak pada kegiatan rutinitas perkuliahan sebagai aktivitas sehari-hari, yakni kegiatan datang ke kampus, kuliah pulang dan belajar, bisa saja banyak materi yang tidak bisa dirinya pahami. Karena minim relasi pertemanan untuk saling berdiskusi.

Lihat juga...