Kirab Obor Olimpiade Tidak Memungkinkan Digelar di Jalanan Tokyo 

JAKARTA – Pemerintah metropolitan Tokyo berencana mengalihkan agenda kirab obor Olimpiade dari jalan umum, pada paruh kedua dari total 15 hari yang harus dilewati di daerah pusat ibu kota Jepang itu.

Pejabat yang mengetahui rencana tersebut mengatakan, kebijakan tersebut diambil sebagai respon menyusul lonjakan kasus COVID-19 di Tokyo. Kirab obor olimpiade di Tokyo, dijadwalkan akan dimulai Jumat (9/7/2021), atau dua pekan sebelum dimulainya Olimpiade. Kemungkinan besar, hampir seluruhnya akan diadakan tanpa penonton, sebagai upaya dari penyelenggara, untuk menggelar pesta olahraga itu secara aman di tengah krisis kesehatan global.

Pemerintah Tokyo pekan lalu mengatakan, kirab obor akan ditarik dari jalan. Namun, tidak untuk kirab yang digelar di pulau-pulau kecil di Tokyo, yang akan digelar pada delapan hari pertama. Sementara itu, kemungkinan besar jumlah penonton yang diizinkan hadir di setiap venue juga akan dikurangi. Panitia penyelenggara Olimpiade mengatakan, mereka akan menunda rilis hasil undian tiket Olimpiade hingga Sabtu (10/7/2021).

Panitia, awalnya berencana untuk merilis hasil pada Selasa (6/7/2021). Penyelenggara Olimpiade juga dijadwalkan untuk mengadakan pertemuan pekan ini untuk meninjau kembali kebijakan yang mengizinkan hingga 10.000 penonton per arena pertandingan.

Dalam perkembangan terkait, Gubernur Hokkaido, Naomichi Suzuki, Senin (5/7/2021) meminta, badan penyelenggara untuk mempertimbangkan penyelenggaraan maraton dan jalan cepat di Sapporo, ibu kota pulau utama paling utara Jepang itu, tanpa penonton di pinggir jalan, dalam upaya mengekang penyebaran virus corona.

Naomichi Suzuki, bertemu dengan pejabat komite, termasuk Wakil Direktur Jenderal Hiroshi Sato, meminta agar mereka menerapkan langkah-langkah pencegahan COVID-19 yang ketat. Dan mencegah orang berkumpul di pinggir jalan, untuk acara yang berlangsung pada 5-8 Agustus itu. Suzuki berharap, penyelenggara dapat mendorong orang untuk menonton maraton di TV, daripada hadir di sepanjang rute. Lima badan penyelenggara, termasuk Komite Olimpiade Internasional (IOC), dan pemerintah pusat dan kota metropolitan Tokyo, akan mengadakan pertemuan, untuk meninjau batasan jumlah kehadiran penonton.

Sementara itu, imigrasi yang memantau kedatangan delegasi Olimpiade dan staf dari luar negeri, juga berada di bawah pengawasan publik, setelah dua anggota tim Uganda dan seorang atlet Serbia, dinyatakan positif COVID-19 setibanya di Jepang. Delegasi Olimpiade sudah mulai berdatangan ke Jepang secara massal sejak awal bulan ini. Dan sekira 1.000 orang diperkirakan akan memasuki negara tersebut dalam tujuh hari kedepan.

Pada Senin (5/7/2021), tercatat total 46 atlet dan staf dari Uzbekistan tiba di bandara Narita, dekat Tokyo, untuk kamp pelatihan pra-Olimpiade di Suginami Ward. Mereka adalah kelompok pertama yang mendarat di Jepang, untuk kamp pelatihan di Tokyo. (Ant)

Lihat juga...