Kolaborasi Orang Tua dan Guru, Kunci Efektivitas Pembelajaran Daring

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

JAKARTA — Peran orang tua dalam pembelajaran daring dapat menjaga motivasi belajar anak dan mengatasi kebosanan. Diperlukan kolaborasi orang tua dan guru yang saling sinergi untuk mewujudkan hal tersebut.

Wakil Sekertaris Jenderal (Wasekjen) Pengurus Besar PGRI, Jejen Musfah mengatakan, kunci efektivitas pembelajaran daring tidak hanya pada kesiapan guru dan fasilitas teknologi informasi, tetapi juga kesiapan orang tua siswa.

“Tidak seperti kondisi normal, belajar daring siswa lebih banyak berada di rumah ketimbang di sekolah. Sehingga kesiapan orang tua menjadi sangat penting sebagai kolaborasi kunci efektivitas pembelajaran daring,” ujar Jejen, pada diskusi online pendidikan di Jakarta yang diikuti Cendana News, Kamis (15/7/2021).

Orang tua, kata dia, harus memastikan anak-anaknya mengikuti belajar daring dengan baik dan disiplin. Pengawasan ini sebagai sinergi peran orang tua dan guru dalam proses belajar daring ini di tengah pandemi Covid-19. Mengingat pola belajar ini berbeda dengan tatap muka, guru sulit mengontrol sikap siswa dalam pembelajaran daring.

“Meski pun saat zoom itu video dinyalakan, namun tentunya guru tidak bisa melihat apa yang sebenarnya dilakukan siswa. Disinilah, peran bimbingan orang tua sangat penting,” tukasnya.

Kembali dia menegaskan, peran orang tua terhadap penerapan pembelajaran di rumah meliputi pendampingan dan sebagai motivator. Orang tua juga diharapkan mengingatkan anak untuk mengerjakan tugas-tugas tepat waktu.

Kembali dia menegaskan, keterlibatan orang tua dalam pembelajaran daring akan menjaga motivasi belajar anak dan mengatasi kebosanan mereka.

Direktur Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Muhammad Hasbi menambahkan, orang tua memiliki peran yang besar untuk anak dalam pelaksanaan pembelajaran, baik secara daring atau tatap muka.

“Butuh kerja sama antara guru dan orang tua dengan lebih mengefektifkan perannya. Tentu dalam hal ini peran orang tua menjadi penting,” ujar Hasbi, pada acara yang sama.

Dikatakan dia, pihaknya juga berupaya meningkatkan kompetensi pedagogik guru dengan memberikan materi-materi yang dapat diajarkan secara daring, atau melakukan kunjungan dalam waktu yang singkat ke rumah para siswa.

Yakni untuk melakukan edukasi terhadap orang tua agar dapat bekerja sama dengan guru dalam melaksanakan pembelajaran daring bagi anaknya.

“Peran orang tua punya arti strategis terkait suksesnya pembelajaran daring. Keberadaan orang tua harus dimaksimalkan, membangun komunikasi sehingga aktifitas belajar daring tetap berada dalam pengawasan orang tua dan pihak sekolah,” pungkasnya.

Lihat juga...