Kulit Udang Dimanfaatkan Mahasiswa UB Sebagai Pengawet Alami Sosis

Editor: Maha Deva

Surya Rachman Susilowati menunjukkan Sosis Basuke Buatan Timnya, Sabtu (31/7/2021). Foto: Agus Nurchaliq
MALANG – Sosis, merupakan produk makanan olahan yang banyak digemari masyarakat terutama anak-anak. Sayangnya, banyak produk sosis yang beredar di pasar, mengandung bahan pengawet yang justru berbahaya bagi tubuh. 
Melihat kondisi tersebut, lima  mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Brawijaya (UB) Malang,  Surya Rachman Susilowati, Erviana Shinta Dewi, Surya Dewa Ramadhan, Lalu Octavian Diandra P dan Yesica Wulanda Eka P, dibawah bimbingan dosen, Qurrota A`yunin, S.Pi.,MP.,M.Sc ,berinovasi membuat produk sosis BASUKE, yang aman untuk dikonsumsi.
Ketua tim Sosis BASUKE, Surya, sosis yang beredar di pasaran ada yang mengandung bahan pengawet berbahaya seperti nitrit. Dari sebuah penelitian disebutkan, nitrosodimetilamin yang merupakan hasil reaksi nitrit, dapat menyebabakan kerusakan pada hati. “Maka dari itu, tim kami kemudian membuat inovasi sosis BASUKE, berbahan dasar ikan Barakuda, Singkong dan Daun Kelor serta kulit udang sebagai pengawet alami,” jelasnya kepada Cendana News, Sabtu (31/7/2021).
Selain karena harga ikan Barakuda yang cukup murah dan kurang dimanfaatkan, ternyata ikan Barakuda mengandung beberapa kandungan gizi yang baik untuk dikonsumsi, salah satunya vitamin B2. “Kandungan vitamin B2 pada ikan Barakuda berperan dalam menjaga sistem syaraf agar berjalan normal, membantu memperlancar metabolisme, menyembuhkan radang kulit, mencegah penyakit jantung dan baik bagi kesehatan mata,”ungkapnya.
Ikan Barakuda. banyak didapatkan dari kabupaten Situbondo.  Sedangkan daun kelor, selain ketersediaannya yang melimpah, daun tersebut juga memiliki kandungan gizi yang baik untuk kesehatan berupa protein, karbohidrat, zat besi, magnesium, dan Vitamin A. “Untuk singkongnya kita jadikan tepung, karena kaya akan zat besi, Energi, Fosfor, kalium dan karbohidrat serta difortifikasi kitosan yang berfungsi sebagai bahan pengawet alami dari kulit udang,” rincinya.
Kulit udang, digunakan sebagai bahan pengawet alami, karena pada kulit udang mengandung protein hingga 40 persen, kalsium karbonat 40 sampai 50 persen, dan kitin 20 sampai 36,61 persen. Zat-zat tersebut dapat menghambat pertumbuhan mikroorganisme perusak, kitosan juga melapisi produk yang diawetkan, sehingga terjadi interaksi yang minimal antara produk dan lingkungan.
“Dengan menggunakan bahwan pengawet dari kulit udang, sosis BASUKE mampu bertahan lebih dari satu tahun, jika disimpan dalam freezer kulkas. Tapi kalau disimpan di suhu ruang asalkan tidak panas, sosis dapat bisa bertahan tiga sampai empat bulan,” terangnya.
Dewa, anggota tim lainnya mengatakan, langkah pertama dalam pembuatan sosis BASUKE adalah , daging ikan Barakuda di fillet, untuk memisahkan daging dengan tulang. Kemudian daging dihaluskan sampai terpisah dengan tulang. Begitu juga dengan daun kelor, juga dihaluskan.  “Sedangkan singkongnya dijadikan tepung,” ucapnya. 
Selanjutnya campur semua bahan dengan bumbu-bumbu yang juga sudah dihaluskan, kemudian di-mixer dan dicetak. Setelah itu sosis di kukus selama 15-20 menit. “Selesai dikukus, sosis kemudian didinginkan dan dicelupkan ke larutan kitosan baru bisa dikemas,” urainya.
Guna menjamin kualitasnya, sosis BASUKE dikemas dalam kemasan plastik vacuum hampa udara, sehingga mampu menekan pertumbuhan bakteri dan mikroba, sekaligus terhindar dari proses oksidasi yang dapat mengakibatkan kerusakan pada produk.  “Sosis BASUKE, saat ini sedang dalam tahap uji proksimat di Universitas Muhammadiyah Malang, pengurusan Hak Kelayakan Intelektual, pengajuan sertifikat dan logo halal dari MUI serta pengajuan BPOM,” pungkasnya.
Lihat juga...