Kuota Terpenuhi, Pendaftaran SMP Negeri di Banyumas Ditutup

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

PURWOKERTO — Meskipun pendaftaran siswa baru pada tahun ajaran baru ini dilakukan secara online sepenuhnya, namun target penerimaan siswa baru untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) negeri di Kabupaten Banyumas terpenuhi. Total ada 71 SMP negeri, dengan daya tampung mencapai 13.536 siswa baru.

Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Banyumas, Irawati di kantornya, Kamis (8/7/2021). (FOTO : Hermiana E.Effendi)

Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Banyumas, Irawati mengatakan, pihaknya tidak membuka pendaftaran offline. Selain masih dalam situasi penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat, juga karena kuota SMP negeri secara keseluruhan sudah terpenuhi melalui pendaftaran online.

“Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk tingkat SMP di Banyumas sudah memenuhi kuota untuk seluruh SMP negeri dan semua pendaftaran dilakukan secara online, sehingga tidak ada perpanjangan pendaftaran offline,” katanya, Kamis (8/7/2021).

Hanya saja, lanjut Irawati, untuk SMP swasta yang belum memenuhi kuota siswa baru, masih diperbolehkan untuk memperpanjang pendaftaran. Namun, semua tetap dilakukan secara online.

Sementara itu, Kasubag Perencanaan Dindik Banyumas, Sutomo menjelaskan, penerimaan siswa baru tingkat SMP negeri untuk tahun ini merata. Sekolah-sekolah yang berada di wilayah pinggiran seperti di Kecamatan Wangon, Pekuncen dan lainnya tetap terpenuhi kuota siswa barunya.

“Untuk daya tampung SMP negeri secara keseluruhan di Kabupaten Banyumas sebanyak 13.536 siswa dan untuk tiap rombongan belajar atau rombel atau kelas, kita batasi maksimal 32 siswa,” terangnya.

Menurut Sutomo, untuk pendaftaran siswa baru di SMP negeri saat ini sudah tutup. Namun, untuk pendaftaran pada sekolah swasta masih dibuka. Sehingga bagi siswa yang tidak diterima di SMP negeri, masih bisa untuk mendaftar ke SMP swasta.

Terkait pendaftaran ulang bagi siswa baru, Sutomo mengatakan, diperbolehkan dilakukan secara tatap muka dengan orang tua datang ke sekolah. Hal tersebut karena perlu ada dialog atau diskusi antara pihak sekolah dengan orang tua siswa, supaya penjelasan terkait pembelajaran nantinya lebih jelas. Namun, hal tersebut juga tetap harus dilakukan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat, dimana tetap ada pembatasan jumlah orang tua yang datang ke sekolah ataupun pembatasan orang dalam ruangan.

“Daftar ulang ini biasanya dilakukan dengan jangka waktu tiga hari, namun untuk sekolah yang siswa barunya cukup banyak, bisa dilakukan lebih dari tiga hari untuk mengatur jadwal kedatangan orang tua siswa, supaya tidak menimbulkan kerumunan,” tuturnya.

Lihat juga...